Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

RUU Siber Ancam Demokrasi? Ini Penjelasan Kepala Sandi Negara

Adanya anggapan keberadaan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) melanggar demokrasi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 11 September 2019  |  15:13 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Hinsa Siburian menilai adanya anggapan keberadaan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber (KKS) melanggar demokrasi lebih karena belum paham urgensinya.

"Ya, kalau pendapat kan boleh saja," kata Hinsa seusai pelantikan dan pengambilan sumpah pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan BSSN, di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Masih adanya kalangan masyarakat yang belum paham terhadap urgensi RUU KKS, kata dia, merupakan hal yang wajar.

"Tentu karena masyarakat kita banyak, mungkin ada satu atau dua yang belum baca juga, atau belum tahu persis, ya biasa," katanya.

Namun, kata dia lagi, RUU KKS merupakan insiatif DPR, sebagai wakil rakyat yang melihat pentingnya keberadaan regulasi terkait keamanan siber, sebagaimana diatur RUU itu.

"Kan selalu saya bilang DPR kita ini sangat antisipatif. Dalam hal ini, masalah siber kan sedang berlangsung, tetapi mereka lihat UU belum ada sehingga mereka berinisiatif," katanya lagi.

Perjalanan RUU KKS, kata dia, juga sudah berproses hampir setahun ini di DPR, sebagai lembaga yang menyampaikan aspirasi masyarakat.

"Toh, semua ini yang memutuskan rakyat, yang berkomentar juga tadi kan rakyat. Tentu akan diambil yang terbaik," kata Hinsa.

Saat ini, draf RUU KKS telah selesai dibahas oleh pemerintah, dan sudah diserahkan kepada DPR untuk dibahas lebih lanjut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

siber

Sumber : Antara

Editor : Miftahul Ulum
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top