Gelombang Pantai Selatan Jateng-DIY 6 meter, Nelayan dan Feri Diminta Waspada

Tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jawa Tengah maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY berpeluang mencapai kisaran 4-6 meter, kata pengamat cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap Rendi Krisnawan.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 04 September 2019  |  10:31 WIB
Gelombang Pantai Selatan Jateng-DIY 6 meter, Nelayan dan Feri Diminta Waspada
Gelombang laut setinggi lebih dari 7 meter menerjang pantai Sembukan, Paranggupito, Wonogiri pada puncak ombak besar Samudera Hindia, Rabu (25/7/2018). Pengelola pantai dan warga setempat melarang wisatawan untuk mendekat ke pantai karena cukup membahayakan keselamatan. - Bisnis/Sunaryo Haryo Bayu

Bisnis.com, CILACAP  - Tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jawa Tengah maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY berpeluang mencapai kisaran 4-6 meter, kata pengamat cuaca Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Cilacap Rendi Krisnawan.

"Saat ini di perairan utara Filipina terdapat tropical storm Lingling yang mencapai 985 hPa. Sementara pola angin di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur-tenggara dengan kecepatan 4-25 knot," katanya di Cilacap, Jateng, Rabu (4/9/2019).

Menurut dia, kondisi tersebut berdampak terhadap peningkatan tinggi gelombang di wilayah perairan selatan Jateng-DY maupun Samudra Hindia selatan Jateng DIY.

Oleh karena itu, kata dia, pihaknya pada hari Rabu (4/9) mengeluarkan peringatan gelombang tinggi yang berlaku hingga hari Kamis (5/9), pukul 07.00 WIB.

"Kami akan terus pantau perkembangan kondisi gelombang di perairan selatan Jateng-DIY maupun Samudra Hindia selatan Jateng-DIY. Kami akan segera informasikan kepada semua pihak jika ada perkembangan lebih lanjut," katanya.

Terkait dengan hal itu, Rendi mengimbau nelayan dan semua pihak yang melakukan aktivitas di laut untuk tetap memperhatikan informasi prakiraan tinggi gelombang yang dikeluarkan BMKG sebelum berangkat melaut, khususnya yang berkaitan dengan risiko angin kencang dan gelombang tinggi terhadap keselamatan pelayaran.

Dia mengatakan nelayan tradisional yang menggunakan perahu berukuran kecil agar mewaspadai angin dengan kecepatan di atas 15 knot dan tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter.

"Jika memungkinkan, nelayan diimbau untuk tidak melaut terlebih dahulu karena tinggi gelombang lebih dari 1,25 meter sangat berbahaya bagi kapal berukuran kecil," katanya.

Selain itu, kata dia, operator tongkang diimbau agar mewaspadai angin dengan kecepatan lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

Ia mengatakan kapal feri juga diminta mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter, sedangkan kapal ukuran besar, seperti kapal kargo atau pesiar, diimbau waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

"Kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi dimohon untuk tetap selalu waspada. Apalagi pada hari ini (4/9) ada pasang maksimum yang diprakirakan mencapai 1,8 meter pada pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB dan dini hari nanti, pukul 00.00 WIB, yang diprakirakan mencapai 2 meter," katanya.

Dalam hal ini, kata dia, ketika berlangsung pasang maksimum, tinggi gelombang yang terjadi di wilayah perairan khususnya daerah pantai berpotensi lebih tinggi dari kondisi saat surut sehingga warga pesisir yang daerahnya rawan rob diimbau untuk lebih waspada.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gelombang tinggi, pantai selatan

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top