Center for Budget Analysis Minta BPK Audit Anggaran Tim Teknis Polri

Jumlah anggota Tim Teknis terkait kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dinilai terlalu banyak.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 08 Agustus 2019  |  11:32 WIB
Center for Budget Analysis Minta BPK Audit Anggaran Tim Teknis Polri
Penyidik KPK Novel Baswedan (tengah) menerima karangan bunga dari warga saat menghadiri peringatan dua tahun kasus kekerasan yang menimpanya di depan gedung KPK, Jakarta, Kamis (11/4/2019). - ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

Bisnis.com, JAKARTA -- Center for Budget Analysis (CBA) mendesak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengaudit anggaran yang dikeluarkan Polri untuk Tim Teknis terkait kasus Novel Baswedan, mengingat jumlah anggota yang tergabung cukup gemuk yaitu 120 personil.
 
Direktur CBA Uchok Sky Khadafi memprediksi Polri mengeluarkan anggaran yang tidak sedikit untuk mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melalui Tim Teknis. Dia memandang BPK harus turun tangan memeriksa anggaran terkait.
 
"Saya kira tidak hanya Tim Teknis saja ya, tetapi tim-tim sebelumnya juga harus diaudit anggaran mereka berapa dari Polri. Uang itu larinya ke mana saja dan untuk apa saja, ini sangat janggal dan aneh," tutur Uchok kepada Bisnis, Rabu (7/8/2019).
 
Dia menilai gemuknya anggota Tim Teknis tidak akan efektif untuk mengungkap perkara itu, bahkan dinilai berpotensi menghabiskan anggaran dengan hasil yang tidak pasti.
 
"[Sebanyak] 120 orang yang tergabung itu untuk apa saja? Itu hanya akan menghapus energi dan mengulur waktu agar masyarakat cepat lupa," lanjut Uchok.
 
Tim Teknis dari unsur Polri itu pun disarankan untuk dibubarkan dan diganti dengan penyidik dari TNI bersama Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi. Pasalnya, Polri sudah menggunakan tiga tim terkait kasus ini yakni yang dibentuk Polda Metro Jaya, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), hingga Tim Teknis tersebut.
 
"Sudah beberapa kali bentuk tim tapi tidak kunjung ada hasilnya, terlihat Polri tidak serius dalam mengungkap kasus ini. Sebaiknya, Presiden minta Polri melimpahkan penanganan kasus ini ke TNI dan masyarakat sipil," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
polri, novel baswedan

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top