Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Penasihat Keamanan AS Sikapi Lembut Uji Coba Rudal Balistik Korut

Amerika Serikat tampaknya sedang memasang wajah diplomasi yang lembut kepada Korea Utara. Peluncuran peluru kendali Korea Utara dipandang sebagai hal yang bisa ditoleransi.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  20:49 WIB
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. - Reuters
Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un di Hotel Capella, Pulau Sentosa, Singapura, 12 Juni 2018. - Reuters

Bisnis.com, WASHINGTON - Amerika Serikat tampaknya sedang memasang wajah diplomasi yang lembut kepada Korea Utara. Peluncuran peluru kendali Korea Utara dipandang sebagai hal yang bisa ditoleransi.

Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton pada Rabu waktu setempat mengatakan bahwa uji coba rudal baru-baru ini oleh Pyongyang tidak melanggar janji yang dibuat Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un kepada  Presiden Donald Trump.

Pihaknya hanya menanyakan kapan pembicaraan denuklirisasi akan dimulai.

"Penembakan rudal-rudal ini tidak mengingkari janji Kim Jong un terhadap Presiden Trump soal rudal balistik antarbenua," kata Bolton saat wawancara dengan Fox Business Network.

"Namun yang harus ditanyakan kapan diplomasi sesungguhnya akan berlangsung, kapan diskusi tentang denuklirisasi akan dimulai, saat Kim Jong Un kembali mengatakan pada 30 Juni bahwa ia siap melakukannya. Kami masih menunggu jawaban dari Korea Utara," kata Bolton.

Seperti diberitakan Bisnis.com, Kamis (31/7) Korea Utara kembali unjuk kekuatan dengan menembakkan peluru kendali. Rabu pagi dua rudal balistik dilaporkan diluncurkan pihak Korut.

Pihak militer Korea Selatan menyebutkan bahwa Korea Utara menembakkan dua rudal balistik jarak-dekat pada Rabu pagi, hanya beberapa hari setelah negara yang dipimpin Kim Jong un itu meluncurkan dua rudal lain.

Tujuan peluncuran rudal sebelumnya diyakini untuk menekan Korea Selatan dan Amerika Serikat agar menghentikan pelatihan militer yang sudah direncanakan.

Peluncuran terbaru  itu dilakukan dari Semenanjung Hodo di pantai timur Korea Utara, tempat yang sama dengan lokasi peluncuran sepekan sebelumnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korut

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top