Tuding Korsel Penghasut Perang, Korut Pamerkan Senjata Taktis

Pemimpin Korea utara Kim Jong Un meninjau demonstrasi senjata pemandu taktis tipe baru kemarin sebagai peringatan bagi "penghasut perang" Korea Selatan untuk berhenti mengimpor senjata dan melakukan latihan militer bersama, menurut media pemerintah.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 26 Juli 2019  |  09:30 WIB
Tuding Korsel Penghasut Perang, Korut Pamerkan Senjata Taktis
Militer Korea Utara melakukan latihan dengan beberapa peluncur dan senjata taktis ke Laut Timur selama latihan militer di Korea Utara, dalam foto 4 Mei 2019 yang dipasok oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). - KCNA via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pemimpin Korea utara Kim Jong Un meninjau demonstrasi senjata pemandu taktis tipe baru kemarin sebagai peringatan bagi "penghasut perang" Korea Selatan untuk berhenti mengimpor senjata dan melakukan latihan militer bersama, menurut media pemerintah.

Korea Utara melakukan uji coba menembakkan dua rudal balistik jarak pendek baru kemarin, kata pejabat Korea Selatan. Tes rudal itu merupakan yang pertama dilakukan sejak Kim dan Presiden AS Donald Trump setuju untuk menghidupkan kembali pembicaraan denuklirisasi bulan lalu.

"Kita tidak bisa tidak mengembangkan sistem senjata super kuat tanpa henti untuk menghilangkan potensi dan ancaman langsung terhadap keamanan negara kita yang ada di selatan," kata Kim, menurut kantor berita negara KCNA seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (26/7/2019).

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mendesak Pyongyang untuk menahan diri dari provokasi lebih lanjut dan berharap dimulainya kembali pembicaraan tingkat kerja mengenai denuklirisasi Korea Utara.

Korea Selatan juga mendesak Pyongyang untuk menghentikan tindakan-tindakan yang tidak membantu meredakan ketegangan dan mengatakan tes-tes itu menimbulkan ancaman militer.

Laporan KCNA tidak menyebutkan Trump atau Amerika Serikat, tetapi menyatakan Kim mengkritik pihak berwenang Korea Selatan karena melakukan latihan militer bersama, yang biasanya dilakukan dengan pasukan AS.

Kim mengatakan tes itu adalah "peringatan serius untuk negara penghasut perang Korea Selatan" dan menuduh Korea Selatan "melakukan kesepakatan ganda" karena mengatakan mereka mendukung perdamaian, tetapi secara bersamaan mengimpor senjata baru dan melakukan latihan militer.

Pemimpin Korea Selatan harus menghentikan "tindakan bunuh diri" semacam itu dan "jangan membuat kesalahan dengan mengabaikan peringatan", kata Kim.

Kementerian pertahanan Korea Selatan mengatakan rudal itu diluncurkan dari pantai timur Korea Utara dekat kota Wonsan dengan jarak 430 km dan 688 km di atas permukaan laut.

Dewan Keamanan Nasional Seoul mengatakan bahwa mereka percaya rudal itu adalah tipe baru dari rudal balistik, tetapi akan membuat penilaian akhir bersama Amerika Serikat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara, korea selatan

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top