Putri Haya Mengajukan Perlindungan ke Pengadilan Inggris

Putri Haya Bint al-Hussein, istri penguasa Dubai, Sheikh Mohammed Al Maktoum dlaporkan mengajukan permohonan perlindungan kepada pengadilan Inggris.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 01 Agustus 2019  |  14:50 WIB
Putri Haya Mengajukan Perlindungan ke Pengadilan Inggris
Putri Haya (kanan) - BBC.com

Bisnis.com, JAKARTA - Putri Haya Bint al-Hussein, istri penguasa Dubai, Sheikh Mohammed Al Maktoum dlaporkan mengajukan permohonan perlindungan kepada pengadilan Inggris.

Putri Haya, perempuan ketiga dari keluarga Sheikh Al Maktoum yang berupaya kabur bulan ini dikabarkan melarikan diri dari suaminya sendiri dan bersembunyi di London. Dia disebut-sebut khawatir akan keselamatan nyawanya.

Sang putri memohon agar pengadilan Inggris mengeluarkan perintah perlindungan dari pernikahannya. Dia juga memohon agar dilindungi berbagai ganggaun serta hak perwalian atas anak-anaknya yang dia bawa saat kabur dari Uni Emirat Arab.

Di lain pihak, Sheikh Al-Maktoum mengajukan permohonan agar anak-anaknya dipulangkan ke Dubai serta larangan penerbitan rincian perintah pengadilan. Akan tetapi permohonan itu ditolak oleh hakim seperti dikutip BBC.com, Kamis (1/8/2019).

Hakim Sir Andrew McFarlane menyatakan terdapat "kepentingan publik agar masyarakat bisa memahami secara garis besar proses yang terjadi di pengadilan".

Siapa Putri Haya?

Putri Haya dilahirkan di Yordania dan mengenyam pendidikan di sekolah swasta Inggris. Dia adalah atlet berkuda dalam ajang Olimpiade dan saudari lain ibu dari penguasa Yordania, Raja Abdullah II.

Dia menikah dengan Sheikh Mohammed pada 2004 dan jadi istri keenam yang tergolong 'yunior'. Miliuner berusia 70 tahun itu dilaporkan memiliki 23 anak dari istri-istrinya.

Putri Haya semula kabur ke Jerman dan berupaya mencari suaka di sana. Namun, awal bulan ini dia dilaporkan telah tinggal di sebuah rumah seharga US$107 juta (sekitar Rp1,5 triliun) di Kensington Palace Gardens, London pusat,

Diyakini perempuan berusia 45 tahun tersebut hendak menetap di Inggris. Namun, jika suaminya memaksa dia pulang ke Dubai, kemungkinan akan timbul krisis diplomatik bagi Inggris yang berhubungan dekat dengan UEA.

Setelah Putri Haya kabur, Sheikh Al-Maktoum mengunggah sebuah puisi bernada amarah di akun Instagramnya. Isi puisi itu menuduh seorang perempuan, yang tak ia sebut namanya, telah melakukan "pengkhianatan".

Sejumlah sumber yang dekat dengan Putri Haya mengatakan bahwa Putri Haya baru-baru ini menemukan sejumlah fakta yang menggelisahkan terkait kepulangan misterius Sheikha Latifa, salah satu anak perempuan Sheuikh Al-Maktoum, ke Dubai tahun lalu.

Sheikha Latifa melarikan diri dari UEA melalui jalur laut dengan bantuan seorang pria asal Prancis, namun kemudian dicegat sejumlah orang bersenjata di lepas pantai India dan kembali ke Dubai.

Saat insiden itu terjadi, Putri Haya membela reputasi Dubai dengan mengklaim Sheikha Latifa "rentan terhadap eksploitasi" serta "kini aman di Dubai".

Keterangan tersebut bertentangan dengan klaim para pegiat HAM yang mengatakan Skeikha Latifa dipulangkan secara paksa.

Insiden yang melibatkan Sheikha Latifa bukan satu-satunya peristiwa 'pelarian' keluarga bangsawan dari UEA.

Pada Juli 2000, putri Sheikh Al-Maktoum lainnya—Sheikha Shamsa Al Maktoum-yang saat itu berusia 19 tahun—melarikan diri dari rumah keluarga di Surrey, Inggris.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dubai, inggris

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top