Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Presiden Tunisia Dimakamkan Sabtu Ini

Selain Macron hadir pula Presiden Aljazair Abdelkader Ben Saleh, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, bersama dengan ribuan warga Tunisia.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 27 Juli 2019  |  19:33 WIB
 Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi. - Reuters
Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Tunisia Beli Caid Essebsi dimakamkan secara kenegaraan, pada Sabtu (27/7/2019) pukul 11.00 waktu setempat. Prosesi pemakanan ini dihadiri oleh para pemimpin negara dunia, termasuk Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Selain Macron hadir pula Presiden Aljazair Abdelkader Ben Saleh, Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas, bersama dengan ribuan warga Tunisia.

Seperti yang dilansir dari Reuters, Sabtu (27/7/2019) sejumlah jalan dilaporkan telah ditutup sementara. Adapun pasukan keamanan dikerahkan di sebagian wilayah ibu kota serta dekat kompleks pemakanan Al Jallaz, tempat Essebsi dikebumikan. Terlihat pula warga yang turun ke jalan sebagai simbol rasa berkabung, sekaligus memberikan penghormatan terakhir pada Presiden mereka.

Essebsi meninggal pada Kamis (25/7/2019) lalu pada usia 92 tahun. Sosoknya dikenang sebagai presiden pertama Tunisia yang terpilih secara demokratis. Dia juga merupakan tokoh yang membantu memandu transisi negara Afrika Utara ke demokrasi setelah revolusi 2011.

Pria yang mendapat titel sebagai presiden tertua di dunia ini menjadi terkenal setelah penggulingan otokrat veteran Zine El-Abidine Ben Ali, yang diikuti oleh pemberontakan “Musim Semi Arab” terhadap para pemimpin otoriter di Timur Tengah dan Afrika Utara, termasuk di Libya dan Mesir.

Didesain sebagai perdana menteri setelah kejatuhan Ben Ali, Essebsi pada 2012 mendirikan partai sekuler Nidaa Tounes, yang sekarang menjadi bagian dari koalisi pemerintah, untuk mengimbangi kebangkitan kebangkitan Islam yang ditekan di bawah Ben Ali. Dua tahun kemudian, Essebsi menjadi kepala negara Tunisia pertama yang dipilih secara bebas.

Baca Juga : Harga Emas Hari Ini

Adapun setelah kematian Essebsi, ketua parlemen Mohamed Ennaceur dilantik sebagai presiden sementara sejalan dengan konstitusi. Komisi pemilihan umum mengumumkan pemilihan presiden akan digelar pada 15 September mendatang, dua bulan lebih awal dari yang dijadwalkan. Sementara itu pemungutan suara parlemen dijadwalkan pada 6 Oktober.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

tunisia
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top