Anak Perusahaan Huawei Berhentikan 600 Pekerja di AS

Perusahaan China Huawei Technologies Co Ltd menyatakan akan memangkas lebih dari 600 pekerja di cabang perushaan riset Futurewei Technologies Amerika Serikat setelah perusahaan itu masuk dalam daftar hitam pemerintah AS.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 23 Juli 2019  |  10:00 WIB
Anak Perusahaan Huawei Berhentikan 600 Pekerja di AS
Logo perusahaan Huawei terlihat di kantor pusat perusahaan di Shenzhen, Provinsi Guangdong, Cina 17 Juni 2019. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Perusahaan China Huawei Technologies Co Ltd menyatakan akan memangkas lebih dari 600 pekerja di cabang perushaan riset Futurewei Technologies Amerika Serikat setelah perusahaan itu masuk dalam daftar hitam Pemerintah AS.

Futurewei, yang mempekerjakan 850 orang di Amerika Serikat, mulai merumahkan pekerja sejak kemarin seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Selasa (23/7). Seorang karyawan mengaku telah meninggalkan kampus perusahaan di Silicon Valley.

Huawei adalah salah satu produsen peralatan telekomunikasi terbesar di dunia. Departemen Perdagangan AS pada bulan Mei menempatkan perusahaan pada "daftar entitas" dan menilai perusahaan itu menimbulkan risiko keamanan.

Departemen Kehakiman AS telah mengajukan tuntutan terhadap perusahaan yang dituduh melakukan pencurian rahasia dagang dan kejahatan lainnya.
Huawei menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pemutusan hubungan kerja berlaku mulai 22 Juli 2019. Alasannya adalah karena pembatasan operasi bisnis yang disebabkan oleh tindakan pemerintah AS.

Daftar hitam perdagangan membuat Futurewei ilegal untuk mentransfer teknologi sensitif ke induk prusahaannya. Daftar hitam juga membatasi Huawei dari pembelian produk dari perusahaan teknologi AS.

Seorang karyawan, yang menolak menyebutkan namanya, mengatakan bahwa dia telah diberhentikan. Dia terlihat berkemas-kemas memasukkan tas berisi barang-barang pribadi ke dalam mobilnya.

Setidaknya sepuluh orang staf dengan membawa kotak terlihat meninggalkan kantor sebelum tengah hari kemarin waktu setempat.  Futurewei didirikan sebagian untuk bekerja sama dengan universitas dan peneliti AS. Pada tahun 2018, biaya operasinya mencapai US$510 juta, menurut Huawei.

Futurewei memiliki kantor di Silicon Valley dan wilayah Seattle, Chicago, dan Dallas. Perushaan itu telah mengajukan lebih dari 2.100 paten di berbagai bidang seperti telekomunikasi, jaringan seluler 5G, dan teknologi video dan kamera, menurut data dari Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat.
Seorang karyawan Futurewei yang tidak terkena PHK mengatakan pekerjaan terhenti sejak Huawei masuk daftar hitam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
china, amerika serikat, huawei

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top