Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Hong Kong Rusuh Semalam

Bentrokan antara polisi Hong Kong dengan para pendemo yang turun ke jalan di malam berubah menjdi kerusuhan setelah polisi anti huru hara menembakkan gas air mata dan peluru karet beberapa jam setelah Kantor Penghubung sebagai perwakilan China di kota itu dilempari telur.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 22 Juli 2019  |  06:24 WIB
Polisi Tembakkan Gas Air Mata, Hong Kong Rusuh Semalam
Warga Hong Kong ikut serta dalam unjuk rasa damai memprotes rencana penerapan RUU Ekstradisi di Hong Kong, Jumat (14/6/2019). - Reuters/Jorge Silva
Bisnis.com, JAKARTA — Bentrokan antara polisi Hong Kong dengan para pendemo yang turun ke jalan di malam berubah menjdi kerusuhan setelah polisi anti huru hara menembakkan gas air mata dan peluru karet beberapa jam setelah Kantor Penghubung sebagai perwakilan China di kota itu dilempari telur.
 
Para pendemo juga mengecat kantor itu dengan menggunakan cat semprot sebagai peringatan keras dan bentuk perlawanan terhadap pemerintahan Beijing.
 
Asap gas air mata mengepul di sepanpajang distrik komersial kota yang padat saat polisi menghadapi demonstran bertopeng. Aksi itu terjadi setelah terjadi aksi protes besar-besaran yang sulit untuk dikendalikan  di kota pusat keuangan tersebut.
 
Sekelompok pendukung pemerintah yang bertopeng dan memegang tongkat juga mendatangi sekelompok pemrotes di stasiun kereta api. Mereka memukuli banyak orang termasuk wartawan yang menyiarkan langsung serangan itu.
 
Hong Kong telah terjerumus ke dalam krisis terburuk dalam sejarah baru-baru ini oleh berminggu-minggu aksi protes dan konfrontasi kekerasan sporadis antara polisi dan kantong-kantong pengunjuk rasa garis keras.
 
Protes awal disulut oleh RUU yang sekarang ditangguhkan yang akan memungkinkan ekstradisi ke daratan China.
 
Akan tetapi sejak itu aksi tersebut berkembang menjadi sebuah gerakan yang lebih luas yang menyerukan reformasi demokratis dan hak pilih universal.
 
Serangan oleh orang-orang bertopeng pada pengunjuk rasa adalah eskalasi baru dan akan meningkatkan kekhawatiran munculnya geng-geng Triad kota yang dikhawatirkan sedang memasuki konflik politik.
 
Penyerangan terkoordinasi Minggu malam terjadi di Yuen Long, sebuah distrik di Wilayah Baru kota dekat perbatasan China yang dikenal dengan geng-geng penjahat yang berpengaruh.
 
Rekaman menunjukkan para pria menyerang demonstran di peron dan di dalam kereta. Sedangkan para pengunjuk rasa di wilayah Wan Chai memegang spanduk yang menghina Kepala Eksekutif Carrie Lam ketika mereka berbaris menentang RUU ekstradisi yang kontroversial.
 
Sebelumnya para pengunjuk rasa turun ke Kantor Penghubung yang mewakili pemerintah pusat China yang dilempari telur dan coretan.
 
"Kami di sini untuk menyatakan bahwa Beijing telah melanggar nilai-nilai pemerintahan dan prosedur peradilan kami," kata seorang pemrotes berusia 19 tahun yang memberikan nama depannya Tony seperti dikutip Reuters, Senin (22/7/2019).
 
"Kau mengajari kami bahwa aksi damai tak ada gunanya," menurut sebuah slogan yang ditulis di dinding Kantor Penghubung. 
Berdasarkan penyerahan tahun 1997 dari Inggris, China berjanji akan mengizinkan Hong Kong untuk menjaga kebebasan seperti peradilan independen dan kebebasan berbicara. Tetapi banyak pihak mengatakan bahwa ketentuan-ketentuan itu sudah dikurangi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demo, hong kong, bursa hong kong

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top