Dewan Masjid Indonesia Gandeng Gopay, Wapres JK : Pengelolaan Masjid Harus Berubah

Kerjasama dengan anak usaha Gojek ini diharapkan turut memperkuat peran masjid sebagai sentra ekonomi masyarakat.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  11:53 WIB
Dewan Masjid Indonesia Gandeng Gopay, Wapres JK : Pengelolaan Masjid Harus Berubah
Wapres JK saat konferensi pers mingguan - Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA -- Dewan Masjid Indonesia menggandeng Go-Pay untuk memudahkan pengelolaan sedekah umat. Wakil Presiden Jusuf Kalla yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) menuturkan perkembangan teknologi membuat budaya tanpa uang tunai terus meluas. Melalui kerja sama dengan Go-Pay diharapkan saluran infak, sedekah maupun zakat umat tidak terkendala.

"Sekarang transaksi [keuangan] tinggal di handphone, maka nanti kotak amal susah isinya karena orang tidak bawa uang lagi. Uang semua ada di HP [sehingga masjid harus ikut berubah]," kata Jusuf Kalla dalam peringatan Milad Dewan Masjid Indonesia (DMI) ke-47 di Hotel Sahid, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Jusuf Kalla menambahkan kerja sama dengan anak usaha Gojek ini diharapkan turut memperkuat peran masjid sebagai sentra ekonomi masyarakat.

"Masjid di mana-mana, Gojek di mana-mana. Ini [melalui kerja sama ini] akan menghubungkan masjid dengan usaha mikro kecil menengah. Jamaah masjid yang membuat usaha [maka melalui] Gojek akan dibantu didistribusikan," kata JK.

Jusuf Kalla menyebutkan DMI akan menjadi pendorong peningkatan fasilitas, pelayanan, hingga tata organisasi masjid.

"Dewan masjid akan membantu pelayanan masjid dari awal sampai akhir. Kita memakmurkan masjid, masjid memajukan jamaahnya. Maka baru tercapai fungsinya [masjid sebagai sentra ibadah, sosial dan ekonomi]," kata JK.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jk, Gojek, Dewan Masjid Indonesia

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top