Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sandiaga Ingin Jadi Oposisi Tanpa Partai Politik, Bisakah?

Pengamat politik Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menilai sikap mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno menjadi oposisi pemerintah tanpa bernaung di bawah partai politik merupakan hal yang tidak masuk akal.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 17 Juli 2019  |  07:42 WIB
 Sandiaga Uno tiba untuk menyaksikan sidang putusan MK terkait sengketa Pilpres 2019 di kediaman Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Sandiaga Uno tiba untuk menyaksikan sidang putusan MK terkait sengketa Pilpres 2019 di kediaman Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Jakarta Selatan, Kamis (27/6/2019). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat politik Voxpol Center, Pangi Syarwi Chaniago, menilai sikap mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno menjadi oposisi pemerintah tanpa bernaung di bawah partai politik merupakan hal yang tidak masuk akal.

"Sandi tidak masuk akal mau oposisi secara pribadi, itu lucu," kata Pangi, Selasa (16/7/2019).

Sandiaga sebelumnya merupakan politikus Partai Gerindra sejak 2015. Dia kemudian menyatakan mundur dari partai besutan Prabowo Subianto itu pada Agustus 2018 setelah dipinang Prabowo sebagai calon wakil presiden.

Pangi mengatakan, Sandiaga semestinya masuk partai jika ingin memaksimalkan peran sebagai oposisi. Sebab, dengan menjadi kader partai, Sandiaga bisa merancang sikap bersama dengan kader dan pengurus partai.

Menurut Pangi, demokrasi tidak mengenal oposisi person to person. Oposisi merupakan kelembagaan partai politik atau peran yang dimainkan partai politik.

"Bukan sikap pribadi," ujarnya.

Meski begitu, Pangi maklum jika keputusan Sandiaga menjadi oposisi demi kepentingan Pemilu 2024. Ia meyakini mantan Wakil Gubernur DKI itu telah mengkalkulasi dan mempertimbangkan dengan matang keuntungan yang didapat bila memainkan peran oposisi.

"Cuma secara akal sehat, beliau ini kan sudah enggak aktif lagi (jadi pengurus partai). Ketika maju Pilpres 2019 sudah mengundurkan diri sebagai kader Gerindra," ucapnya. 

Setelah mengalami kekalahan di Pilpres 2019, Sandiaga sempat ditanya rencananya kembali bergabung dengan Gerindra. Namun, ia mengaku belum ada tawaran dari Prabowo.

 "Belum, belum ada tawaran dari Pak Prabowo," kata Sandiaga, Senin (1/7/2019).

 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gerindra sandiaga uno Pilpres 2019

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top