Pengembangan Pulau Komodo, Presiden Jokowi Ingin Konservasi Lingkungan Tetap Diperhatikan

Pulau Komodo akan dibuat lebih eksklusif untuk mengedepankan fungsi konservasinya sedangkan Pulau Rinca didesain sebagai kawasan pariwisata yang terbuka untuk umum.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  15:31 WIB
Pengembangan Pulau Komodo, Presiden Jokowi Ingin Konservasi Lingkungan Tetap Diperhatikan
Jokowi - twitter

Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo menginginkan pembenahan daya dukung Pulau Komodo harus selesai dalam waktu 3 tahun ke depan.

Dalam hal ini, pemerintah akan segera membuat rancangan kawasan Pulau Komodo yang diikuti dengan pembenahan dan pembangunan fasilitas-fasilitas Pulau Komodo dan Pulau Rinca.

Presiden mengisyaratkan, Pulau Komodo akan dibuat lebih eksklusif untuk mengedepankan fungsi konservasinya sedangkan Pulau Rinca didesain sebagai kawasan pariwisata yang terbuka untuk umum.

Kendati demikian, dia menekankan jumlah wisatawan yang berkunjung harus dibatasi untuk mencegah kerusakan pada ekosistem kawasan tersebut.

“Enggak mungkin kita buka silakan, silakan, enggak ada seperti itu. Bahwa ini adalah taman nasional. Jadi urusan lingkungan juga harus menjadi kalkulasi, menjadi hitungan," kata Jokowi, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (11/7/2019).

Kepala Negara menargetkan semua pembenahan itu akan selesai maksimal dua-tiga tahun, karena ini pekerjaan berat.

“Jadi saat bandaranya jadi, runway-nya jadi, hotel-hotel mulai jadi, di sini juga siap,” pungkasnya.

Saat ditanya apakah ada rencana penetapan dengan Taman Nasional Komodo sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, Jokowi menegaskan hal itu tidak diperlukan. Yang penting, pembenahan kawasan ini dikerjakan dengan baik sehingga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, ntt, pulau komodo

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top