Afrika Luncurkan Zona Perdagangan Bebas AfCFTA

Para pemimpin Afrika membentuk blok ekonomi baru dengan meluncurkan zona perdagangan bebas di benua tersebut pada Minggu (7/7/2019). Jika berhasil, perjanjian perdagangan tersebut akan menyatukan 1,3 miliar orang dan menciptakan blok ekonomi dengan nilai US$3,4 triliun.
Denis Riantiza Meilanova
Denis Riantiza Meilanova - Bisnis.com 08 Juli 2019  |  10:18 WIB
Afrika Luncurkan Zona Perdagangan Bebas AfCFTA
Ilustrasi perdagangan bebas - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Para pemimpin Afrika membentuk blok ekonomi baru dengan meluncurkan zona perdagangan bebas di benua tersebut pada Minggu (7/7/2019). Jika berhasil, perjanjian perdagangan tersebut akan menyatukan 1,3 miliar orang dan menciptakan blok ekonomi dengan nilai US$3,4 triliun.

Setelah 4 tahun perundingan, sebuah kesepakatan untuk membentuk blok perdagangan dengan 55 negara akhirnya tercapai pada Maret lalu. Potensi dari blok dagang tersebut semakin diperkuat dengan Nigeria, negara dengan ekonomi terbesar di Afrika, dan Benin menandatangani perjanjian dagang tersebut pada Minggu (7/7/2019).

Saat ini, 54 dari 55 negara di Afrika telah setuju bergabung dengan blok perdagangan yang disebut Kawasan Perdagangan Bebas Benua Afrika (AfCFTA). Namun baru sekitar setengahnya yang telah meratifikasi.

Pada Minggu (7/7/2019), KTT Uni Afrika di Niger mendiskusikan bagaimana AfCFTA akan beroperasi serta mengumumkan bahwa Ghana akan menjadi tuan rumah markas AfCFTA.

Perjanjian Dagang

AfCFTA, perjanjian dagang yang terbesar setelah WTO, diharapkan akan membantu membuka potensi ekonomi Afrika yang telah lama terhalang, dengan meningkatkan perdagangan intra-regional, memperkuat rantai pasok, dan menyebarkan keahlian.

"Mata dunia beralih ke Afrika," ujar Presiden Mesir dan Ketua Uni Afrika Abdel Fattah al-Sisi dikutip dari Reuters, Senin (8/7/2019).

"Keberhasilan AfCFTA akan menjadi ujian nyata untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang akan mengubah impian rakyat kita tentang kesejahteraan dan kualitas hidup menjadi kenyataan," lanjutnya.

Banyak hal yang harus dilakukan oleh Afrika untuk mengejar ketertinggalan dengan blok-blok perdagangan di kawasan lainnya. Pada 2017, perdagangan intra-regionalnya hanya menyumbang 17 persen dari ekspor. Masih jauh dibandingkan dengan kawasan lain, seperti Asia yang mencapai 59 persen dan 69 persen di Eropa.

Para ekonom mengatakan tantangan signifikan masih ada, termasuk jalan dan rel kereta api yang buruk, area kerusuhan yang besar, birokrasi perbatasan yang berlebihan dan korupsi kecil-kecilan yang telah menghambat pertumbuhan dan integrasi benua tersebut.

Negara-negara anggota AfCFTA telah berkomitmen untuk menghilangkan tarif pada sebagian besar barang, yang akan meningkatkan perdagangan di wilayah ini sebesar 15-25 persen dalam jangka menengah. Namun menurut perkiraan Dana Moneter Internasional (IMF), pertumbuhan perdagangan Afrika akan naik lebih dari dua kali lipat jika masalah-masalah tersebut dapat ditangani.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
afrika, perdagangan bebas, WTO

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top