Prancis Kembalikan Artefak Kuno Curian ke Pakistan

Pemerintah Prancis mengembalikan lebih dari 400 artefak curian kepada pemerintah Pakistan pada hari Selasa, 2 Juni 2019.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 03 Juli 2019  |  16:15 WIB
Prancis Kembalikan Artefak Kuno Curian ke Pakistan
Ilustrasi artefak kuno - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Prancis mengembalikan lebih dari 400 artefak curian kepada pemerintah Pakistan pada hari Selasa, 2 Juni 2019. Artefak kuno yang dikembalikan antara lain patung kuno, vas, guci dan piala, beberapa berasal dari milenium kedua dan ketiga sebelum masehi.

Sebelumnya, banyak karya muncul di Perancis pada September 2006, dikirim dalam paket yang ditujukan ke galeri di Paris.

Paket-paket itu dicegat oleh petugas bea cukai di bandara Roissy Charles de Gaulle dan diidentifikasi oleh Pusat Riset Ilmiah Nasional sebagai barang-barang yang dijarah dari kuburan di lembah Indus Pakistan.

Konsinyasi barang tembikar dan terakota lainnya untuk galeri yang sama dihentikan dua minggu kemudian. Selama pencarian di tempat galeri yang tidak disebutkan namanya itu, petugas bea cukai menyita beberapa ratus potongan keramik lagi.

Dalam sebuah upacara yang diadakan di kedutaan besar Pakistan di Paris, 445 artefak diserahkan kembali ke Pakistan pada hari Selasa, dengan nilai perkiraan 139.000 euro (atau setara US $157.000).

"Ini benar-benar momen istimewa bagi Pakistan. Ini juga merupakan momen emosional bagi kami. Kami percaya, hari ini, bahwa bagian dari warisan Pakistan akan kembali ke tanah kelahirannya," kata Muhammad Majad Aziz Qazi, kepala misi, seperti dilansir Reuters, Rabu (3/7/2019).

Qazi mengatakan pengaturan sedang dilakukan untuk mengirim harta kembali ke Islamabad sesegera mungkin.

"Semoga segera. Anda akan menemukannya di salah satu museum terbaik yang kami miliki di Pakistan," lanjutnya.

Sementara galeri yang menjadi penerima barang rampasan itu belum disebutkan namanya, para pejabat Prancis mengatakan kemungkinan besar akan dikenakan dengan denda antara 100.000 hingga 200.000 euro karena menerima barang curian.

Aurore Didier, seorang spesialis arkeologi Asia Selatan, mengatakan Baluchistan di Pakistan selatan telah menderita pencurian artefak kuno secara besar-besaran, membuat otoritas setempat semakin sulit untuk mengumpulkan data antropologis pada orang-orang yang pernah tinggal di sana.

"Bukan hanya penyelundup serakah yang mendorongnya, tetapi juga pasar seni internasional. Penjarahan ini dulunya lazim di wilayah Baluchistan ini," katanya.

Presiden Prancis Emmanuel Macron berupaya mengembalikan karya seni kuno ke daerah asal mereka. November lalu, dia mengumumkan rencana untuk mengembalikan puluhan benda yang disimpan di museum Prancis ke Benin, bekas koloni Prancis.

Sejumlah artefak telah dikembalikan tahun ini ke Peru. Antara 2014 hingga 2017 lebih dari 250 keping barang antik Mesir dikembalikan ke Kairo setelah ditemukan di bagasi seorang warga Inggris yang bepergian ke London.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
prancis, artefak hilang

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top