Kesehatan Reproduksi, Perempuan Berhak Mengambil Keputusan Akan Tubuh Sendiri

Hak setiap perempuan untuk dapat meraih impian dan cita-citanya. Perempuan dinilai memiliki peran penting untuk mengambil keputusan terhadap dirinya sendiri.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 29 Juni 2019  |  23:34 WIB
Kesehatan Reproduksi, Perempuan Berhak Mengambil Keputusan Akan Tubuh Sendiri
Ilustrasi Kampung KB. - Antara/Arif Firmansyah

Bisnis.com, JAKARTA – Perempuan dinilai sering merasakan tekanan sosial saat menghadapi hal yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi. Padahal perempuan dinilai berhak menentukan sendiri perihal tubuhnya.

Pada peringatan Hari KB Nasional yang dirayakan tiap 29 Juni itu, Juan Enrique Garcia, Direktur DKT Indonesia, pionir pemasaran sosial yang berpusat di Washington DC, AS, mengatakan bahwa pihaknya percaya setiap anak berhak mendapatkan kasih sayang yang cukup dari orang tuanya, sehingga kehadirannya perlu dipersiapkan secara matang.

Di sisi lain, organisasi nonpemerintah yang membantu pemasaran alat kontrasepsi ini juga mendukung hak setiap perempuan untuk dapat meraih impian dan cita-citanya. Perempuan dinilai memiliki peran penting untuk mengambil keputusan terhadap dirinya sendiri.

"Terutama dalam mengatur perencanaan keluarga guna meningkatkan kesehatan keluarga, masa depan, serta kualitas kehidupannya," kata Garcia melalui siaran resmi yang diterima Bisnis pada Sabtu (29/6/2019).

Deputi Bidang Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dwi Listyawardani mengatakan melalui Program Inspiring Mom yang dilaksanakan DKT Indonesia, berharap mampu menggerakkan keluarga Indonesia agar berani merencanakan keluarganya ke arah yang lebih baik.

"Tahu akan hak-hak terkait kesehatan reproduksinya, berfokus pada kesehatan Keluarga, tahu kapan harus mempunyai anak, dan tahu kapan harus membesarkan anak secara berkualitas," ujarnya.

Dia menyebut Indonesia diprediksi menjadi negara maju nomor 4 di dunia pada 2030. Untuk meraih hal itu, mulai saat ini setiap keluarga Indonesia perlu mempersiapkan diri untuk meningkatkan kualitas setiap anggota keluarganya agar mampu bersaing dalam era modern.

Menurut Dwi, perencanaan keluarga yang baik khususnya bagi ibu-ibu muda akan menjadi basis kekuatan dan modal utama menuju kemajuan yang diharapkan.

Selain itu, Erna Mulati, Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan menyebut Kementerian Kesehatan telah memasukkan program KB sebagai salah satu intervensi kunci dalam penurunan kematian ibu, kematian bayi, dan stunting.

"Pada Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, indikator pertama keluarga sehat adalah keluarga yang mengikuti KB," tutur Erna.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
perempuan, keluarga berencana

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top