Polri Memperkirakan 2 Warga Sulteng yang Tewas Mengenaskan Dibunuh Teroris MIT Ali Kalora

Polri memperkirakan dua warga Sulawesi Tengah atas nama Tamar (50) dan anaknya Patte (27) yang tewas mengenaskan, dibunuh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Juni 2019  |  18:12 WIB
Polri Memperkirakan 2 Warga Sulteng yang Tewas Mengenaskan Dibunuh Teroris MIT Ali Kalora
Ilustrasi jenazah. - Antara/Ardiansyah

Bisnis.com, JAKARTA--Polri memperkirakan dua warga Sulawesi Tengah atas nama Tamar (50) dan anaknya Patte (27) yang tewas mengenaskan, dibunuh kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menduga pelaku teroris membunuh kedua orang tersebut hanya karena korban tidak mau menyerahkan hasil kebunnya, sehingga langsung dirampas pelaku, dianiaya dan juga dibunuh. 
 
Kendati demikian, Dedi mengemukakan Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan apakah pembunuh kedua korban itu merupakan kelompok teror pimpinan Ali Kalora atau bukan, namun dari pola pembunuhan yang telah dilakukan kepada korban, penyidik mengarah ke pelaku yang merupakan kelompok teroris MIT.
 
"Diduga memang pelakunya kelompok MIT, tetapi sampai saat ini masih belum bisa diketahui siapa tersangkanya. Tim masih melakukan pendalaman," tuturnya, Kamis (27/6).
 
Seperti diketahui, sebelum ditemukan tewas terbunuh, Tamar dan Patte pergi ke kebun pada Senin (24/6/2019) pagi. Sampai keesokan harinya atau Selasa (25/6), keduanya tidak pulang ke rumah. Keduanya justru ditemukan sudah tewas di dekat pondok kebunnya dengan kondisi sangat mengenaskan. Terdapat luka parah di bagian leher.
 
Dari penemuan kedua korban tewas tersebut, lalu Polda Sulawesi Tengah kemudian membentuk tim gabungan bersama Satgas Tinombala untuk mengusut insiden tersebut. Berdasarkan hasil autopsi, keduanya dinyatakan meninggal akibat luka benda tajam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
teroris

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup