Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kebakaran Pabrik Mancis Tewaskan 30 Orang, Duka Bagas Kehilangan Tunangan

Kebakaran pabrik perakitan mancis atau korek api di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Jumat (21/6/2019), meninggalkan luka mendalam bagi para keluarga korban.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Juni 2019  |  09:47 WIB
Para keluarga korban kebakaran pabrik korek api menunggu proses identifikasi jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019). - Antara
Para keluarga korban kebakaran pabrik korek api menunggu proses identifikasi jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumut, di Medan, Sumatera Utara, Jumat (21/6/2019). - Antara

Bisnis.com, MEDAN - Kebakaran pabrik perakitan mancis atau korek api di Jalan Tengku Amir Hamzah, Desa Sambirejo, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Jumat (21/6/2019), meninggalkan luka mendalam bagi para keluarga korban.

Seperti dialami Bagas Efendi. Remaja berusia 21 tahun ini harus kehilangan sosok wanita yang sangat dicintai dan akan dinikahinya ini.

Wanita tersebut bernama Hairani (22), tak lain adalah wanita yang telah diikatnya dengan sebuah cincin pertunangan pada 2 Februari 2019.

Takdir berkata lain, Hairani harus berpulang sebelum mengikat janji suci dengan calon suaminya tersebut. Ia adalah salah satu dari 30 orang yang menjadi korban kebakaran itu.

Hairani yang merupakan anak keempat dari delapan bersaudara ini dikenal dengan kepribadiannya yang ramah dan penuh ceria.

Namun, keceriaan itu tak lagi dapat dirasakan Bagas. Wanita yang akan dinikahinya tahun 2021, kini bahkan tak lagi dapat dikenali olehnya.

Hairani pada Kamis (20/6/2019) malam masih menemani Bagas sambil menikmati teh saat berada di kediamannya di Desa Sambirejo, kini telah menjadi jenazah yang masih belum teridentifikasi di RS Bhayangkara Medan.

Namun, malam itu juga Bagas merasakan sikap Hairani berbeda dari biasanya. Hairani yang biasanya ceria pada malam itu terlihat muram.

"Malam itu (Kamis) kami masih jumpa di rumahnya. Masih cerita-cerita juga kayak biasanya. Tapi dia (Hairani) agak beda, dia terlihat cemberut," kata Bagas

Tepat sebelum dilaksanakan ibadah Salat Jumat, Hairani mengembuskan napas terakhirnya di pabrik perakitan mancis tersebut.

Saat mendapat kabar tersebut, Bagas mengaku sangat terpukul dan langsung menuju ke lokasi kebakaran untuk mencari kekasihnya.

"Kita juga gak mau ini terjadi, tapi mau gimana lagi," ujarnya

Hingga Sabtu (22/6/2019), para korban kebakaran tersebut masih dilakukan identifikasi dan autopsi di RS Bhayangkara Medan

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kebakaran korban tewas sumatra utara

Sumber : Antara

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top