Pengamanan Sidang MK Ketat, Moeldoko : Kepolisian Tidak Ingin Ambil Risiko

Kapolri sudah sampaikan [bahwa kepolisian] tidak mau ambil risiko ada gangguan atas kelancaran sidang. Jadi jangan sampai ada yang mengganggu.
Pengamanan Sidang MK Ketat, Moeldoko : Kepolisian Tidak Ingin Ambil Risiko
Anggara Pernando - Bisnis.com 14 Juni 2019  |  14:32 WIB
Pengamanan Sidang MK Ketat, Moeldoko : Kepolisian Tidak Ingin Ambil Risiko
Sejumlah personel Brimob Polri mengikuti Apel Konsolidasi Operasi Ketupat Jaya 2019 dan Kesiapan PAM Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Mahkamah Konstitusi (MK) di Lapangan Monas, Jakarta, Kamis (13/6/2019). - ANTARA FOTO/ Risyal Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Jumlah aparat keamanan dari TNI dan Polri terlihat lebih banyak pada sejumlah tempat strategis di Jakarta seiring sidang perdana sengketa Pemilihan Presiden 2019 di Mahkamah Konstitusi.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko menuturkan gelaran pasukan yang lebih besar merupakan upaya Kepolisian untuk memberi rasa aman di tengah masyarakat.

"Kapolri sudah sampaikan [bahwa kepolisian] tidak mau ambil risiko ada gangguan atas kelancaran sidang. Jadi jangan sampai ada yang mengganggu," kata Moeldoko di Jakarta, Jumat (14/6/2019).

Menurut Moeldoko, kelancaran sidang di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi penentu arah Bangsa Indonesia ke depannya. Keputusan MK akan menentukan siapa yang menjadi Pemimpin Indonesia 5 tahun mendatang.

"Sidang ini menentukan masa depan Indonesia," katanya.

Lebih lanjut Moeldoko mengingatkan elemen masyarakat yang ingin melakukan unjuk rasa agar tidak melakukan tindakan anarkis ataupun merusak fasilitas publik.

"Jangan macam-macam. Negara ini perlu damai, masyarakat perlu damai. Jangan bikin macam-macam. Kita akan bikin sesuatu kalau macam-macam," kata Moeldoko.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Sidang MK, Pilpres 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top