Michael Bloomberg Relakan Rp7,1 Miliar untuk Tutup Tambang Batu Bara

Miliader dan filantropis Amerika Serikat, Michael Bloomberg merelakan uangnya sebesar US$ 500 juta atau setara dengan Rp7,1 miliar untuk menutup semua tambang batu bara di negaranya hingga tahun 2030 serta mencegah berdirinya tambang baru.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 08 Juni 2019  |  07:52 WIB
Michael Bloomberg Relakan Rp7,1 Miliar untuk Tutup Tambang Batu Bara
Michael Bloomberg - Forbes

Bisnis.com, JAKARTA - Miliader dan filantropis Amerika Serikat, Michael Bloomberg merelakan uangnya sebesar US$ 500 juta atau setara dengan Rp7,1 miliar untuk menutup semua tambang batu bara di negaranya hingga tahun 2030 serta mencegah berdirinya tambang baru.

Bloomberg menegaskan, AS harus mengakhiri penggunaan energi karbon dan memerangi perubahan iklim.

Mantan wali kota New York itu akan meluncurkan satu inisiatif yang diberi nama Beyond Carbon initiative dan uang itu akan diinvestasikan untuk inisiatif tersebut dengan tujuan menutup hampir 250 tambang batu bara di AS hingga 2030 dan mencegah tambang baru didirikan.

"Kita berada dalam perlombaan melawan waktu dengan perubahan iklim, dan hampir tidak ada harapan tindakan berani pemerintah federal tentang masalah ini untuk sedikitnya dua tahun lagi," kata Bloomberg dalam pernyataannya, seperti dikutip dari Daily Mail, 7 Juni 2019.

Kandidat presiden AS dari partai Demokrat ini mengatakan, dia telah mengajukan total US$ 1 miliar untuk memerangi perubahan iklim, termasuk upaya Beyond Coal pada tahun 2011 yang sejauh ini telah berhasil menutup 289 tambang batu bara di AS.

Bloomberg, utusan khusus perubahan iklim di Sekretaris Jenderal PBB, meng-tweet inisiatif ini sebagai kampanye terkoordinasi terbesar yang pernah ada untuk mengatasi krisis iklim di AS.

Bloomberg berencana akan mengumumkan program initiatif tersebut saat berkunjung ke Massachuseets Institute of Technology atau MIT pada hari Jumat, 7 Juni 2019.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
batubara, amerika serikat, bloomberg, perubahan iklim, michael bloomberg

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top