Kata Moeldoko Soal Jokowi tak Kunjung Bertemu Prabowo

Moeldoko mengatakan bahwa ajakan untuk bertemu itu terus disampaikan kepada Prabowo kendati belum bersambut hingga saat ini.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 07 Juni 2019  |  05:29 WIB
Kata Moeldoko Soal Jokowi tak Kunjung Bertemu Prabowo
Kepala KSP Moeldoko (tengah) - Ist

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Kantor Staf Presiden Moeldoko menyatakan Presiden Joko Widodo terus berupaya menjalin komunikasi dengan calon presiden 02, Prabowo Subianto.

Moeldoko mengatakan bahwa ajakan untuk bertemu itu terus disampaikan kepada Prabowo kendati belum bersambut hingga saat ini.

"Inisiasi awal untuk ketemu Prabowo itu oleh Pak Jokowi, dan sampai sekarang inisiasi itu tidak pernah berhenti. Kami selalu melakukan komunikasi," kata Moeldoko saat ditemui Tempo di kediamannya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/6/2019).

Moeldoko berujar, pertemuan kedua tokoh yang berlaga di pemilihan presiden 2019 itu diyakini ampuh untuk meredam polarisasi yang terjadi di masyarakat pascapencoblosan Pemilihan Umum 2019, 17 April lalu. Dia pun mengklaim Jokowi memikirkan keutuhan bangsa sehingga terus berikhtiar pertemuan itu bisa terjadi.

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin ini menilai Prabowo sebenarnya sudah bersedia bertemu Jokowi. Namun dia menduga kendalanya justru ada pada orang-orang di lingkaran Prabowo.

"Menurut saya sih persoalan lingkungannya mungkin yang belum bisa menerima atau bagaimana, tapi Pak Prabowo sendiri sudah ada upaya ke arah sana [bertemu Jokowi]," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi mengutus Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk berkomunikasi dengan Prabowo pascapencoblosan 17 April lalu. Namun pertemuan itu belum berhasil terlaksana.

Salah satu yang menyatakan keberatan dengan pertemuan tersebut ialah Persaudaraan Alumni 212. Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengakui menyarankan kepada Prabowo agar menunda pertemuan hingga ada pengumuman resmi hasil pilpres 2019 dari Komisi Pemilihan Umum.

"Kalau ketemu kan sesama anak bangsa, warga negara, sesama muslim ya silakan saja. Tapi ini kan sedang dalam proses. Jadi kami juga menyarankan kepada Pak Prabowo nanti sajalah kalau sudah ada keputusan resmi baru ketemu," ujar Slamet di Jalan Kertanegara Nomor 36, Jakarta Selatan, Kamis, 25 April 2019.

Moeldoko menyambung, selain Luhut, ada utusan lainnya dari Jokowi untuk berkomunikasi dengan Prabowo. Namun dia merahasiakan siapa utusan itu. "Ada utusan yang langsung berkomunikasi. Ada yang lain (selain Luhut)," kata dia.

Di momentum Idul Fitri ini, kata Moeldoko, pertemuan Jokowi dan Prabowo pun diharapkan terjadi. Dia menganggap perjumpaan itu akan mendinginkan suasana serta mendapat apresiasi dari masyarakat.

Namun, di sisi lain, kubu Prabowo tak juga memberikan kepastian soal kesediaan bersua dengan Jokowi. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Andre Rosiade mengatakan, pertemuan itu bisa saja berlangsung setelah lebaran atau pascaputusan gugatan sengketa hasil pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi.

"Bisa tunggu undangan (Jokowi), bisa setelah MK, bisa setelah lebaran, pokoknya tunggu momentum yang pas," ujar Andre, Selasa, 4 Juni 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Pilpres 2019

Sumber : Tempo.co

Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top