Hasil Pileg 2019 : Begini Hasil Ikhtiar Sejumlah Tokoh Islam Kala Memperebutkan Kursi Senayan

Ada yang berpengalaman, ada pula yang masih debutan. Ada yang bakal masuk Senayan, ada juga yang terhempas dari parlemen.
Samdysara Saragih | 06 Juni 2019 18:22 WIB
Gedung DPR di Senayan, Jakarta - Antara

Kabar24.com, JAKARTA — Sejumlah tokoh organisasi kemasyarakatan atau ormas Islam bertarung dalam Pemilu Legislatif 2019.

Sebagai pejabat teras ormas Islam, nama mereka sudah cukup akrab di telinga tatkala mencuat persoalan-persoalan agama di tengah publik. Popularitas itu dapat menjadi bekal ketika mereka berlaga dalam kontestasi politik.

Ada yang berpengalaman, ada pula yang masih debutan. Ada yang bakal masuk Senayan, ada juga yang terhempas dari parlemen.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan hasil Pileg 2019 yang diikuti oleh sejumlah elite ormas Islam tersebut. Berikut nama-namanya:

JIMLY ASSHIDDIQIE

Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) ini maju memperebutkan kursi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Provinsi DKI Jakarta. Meski berstatus debutan, Jimly memperoleh 644.063 suara, tertinggi di seantero Ibu Kota.

Bekas Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut mengungguli petahana Sabam Sirait dan Fahira Idris, serta mantan Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni. Keempat tokoh tersebut tinggal santai menunggu pengukuhan resmi KPU mengingat tidak ada calon senator yang mengajukan gugatan ke MK.

YAQUT CHOLIL QOUMAS

Sebelum menjadi Ketua Umum PP Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) pada 2015, Yaqut terlebih dahulu masuk DPR lewat mekanisme penggantian antarwaktu (PAW) dari Dapil Jawa Tengah X. Namun, hasil Pileg 2019 menunjukkan bahwa Yaqut bisa langsung masuk Senayan tanpa harus mengganti rekan separtai.

Panglima Barisan Ansor Serbaguna (Banser) itu mengumpulkan 137.408 suara atau terbanyak di internal caleg Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Berkat Yaqut, PKB mampu menjuarai Dapil Jateng X dengan 406.356 suara.

Dengan demikian, dua kursi DPR menjadi milik PKB yang salah satunya bakal diduduki oleh Yaqut.

HELMY FAISHAL ZAINI

Saat ini, Helmy menjabat Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Meski demikian, dia sudah lama berkecimpung di dunia politik sebagai kader PKB.

Di DPR periode 2014-2019, Helmy merupakan utusan dari Dapil Nusa Tenggara Barat (NTB). Namanya bercokol di Dapil NTB II pada Pileg 2019 dalam rangka mempertahankan kursi Senayan.

Hasilnya, PKB mengamankan 145.292 suara yang dapat dikonversi dengan satu kursi DPR. Sebagai peraih 44.210 suara, Helmy berhak mewakili PKB di Senayan sebagai caleg peraih suara terbanyak.

ZAINUT TAUHID SA’ADI

Jabatan resmi Zainut memang Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Namun, tatkala Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin berkontes di Pilpres 2019, Zainut ditunjuk sebagai Plt. Ketua Umum MUI.

Di samping mengurus MUI, dia juga masih berkantor di DPR sebagai anggota Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kesibukan Zainut bertambah selama Pemilu 2019 lantaran bertarung mempertahankan kursi DPR di Dapil Jawa Tengah IX.

Sayangnya, PPP hanya sanggup menghimpun 72.217 suara alias berada di peringkat kedelapan sehingga tidak kebagian kursi DPR seperti 2014. Dengan demikian, Zainut yang meraup 32.537 suara pun harus kehilangan kursi DPR periode 2019-2024.

Sumber foto: Antara/NU

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
dpr, senayan, dpd

Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top