Investigasi Kerusuhan 22 Mei, Polisi Gandeng Komnas HAM dan Setara Institute

Kepolisian akan melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam tim investigasi kerusuhan 22 Mei. Selain itu, polisi juga menggandeng Setara Institute.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 25 Mei 2019  |  15:07 WIB
Investigasi Kerusuhan 22 Mei, Polisi Gandeng Komnas HAM dan Setara Institute
Tersangka pengrusakan aksi 22 Mei di Polda Metro Jaya, Rabu (22/5/2019)/JIBI - Bisnis/Sholahuddin Al Ayyubi

Bisnis.com, JAKARTA - Kepolisian akan melibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam tim investigasi kerusuhan 22 Mei. Selain itu, polisi juga menggandeng Setara Institute.

"Tim akan bekerja sama dengan lembaga yang imparsial dalam rangka melakukan investigasi itu," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (24/5/2019).

Kemarin, tim investigasi kerusuhan 22 Mei dibentuk oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tim investigasi itu dipimpin Inspektorat Pengawasan Umum Polri Komisaris Jenderal Moechgiyarto. Tim akan menyelidiki penyebab dan seluruh aspek terkait rusuh demo 22 Mei.

Pelibatan lembaga nonkepolisian, kata Dedi, dilakukan agar proses penyelidikan semakin detail. Tim, kata dia, juga perlu mengumpulkan berbagai macam alat bukti di lapangan menyangkut peristiwa itu.

Dedi menuturkan pekerjaan tim salah satunya menemukan penyebab tewasnya sejumlah pengunjuk rasa dalam kerusuhan itu.

"Nanti kami pilah-pilah penyebabnya, siapa pelakunya akan kami kejar," kata dia.

Dedi mengatakan kepolisian dan TNI sudah berkomitmen tak menggunakan peluru tajam dalam mengamankan demo 22 Mei. Penggunaan senjata api, kata dia, hanya digunakan pleton antianarki.

 "Dalam kejadian demo tanggal 21-22, pleton antianarki tidak dilibatkan," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kapolri, komnas ham, Aksi 22 Mei

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup