Klaim Menang Versi Exit Poll, Narendra Modi Janji Genjot Pertumbuhan Ekonomi India

Koalisi yang berkuasa di India telah berjanji untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara itu, menggandakan pendapatan petani dan meningkatkan belanja infrastruktur dalam lima tahun ke depan.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 23 Mei 2019  |  01:15 WIB
Klaim Menang Versi Exit Poll, Narendra Modi Janji Genjot Pertumbuhan Ekonomi India
Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan PM India Narendra Modi, seusai konferensi pers bersama, di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (30/5/2018). - Reuters/Darren Whiteside

Bisnis.com, JAKARTA - Koalisi yang berkuasa di India telah berjanji untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara itu, menggandakan pendapatan petani dan meningkatkan belanja infrastruktur dalam lima tahun ke depan.

Pernyataan tersebut dilakukan setelah hasil survei Exit Poll menunjukkan koalisi berkuasa akan tetap mempertahankan kekuasaan.

Jejak pendapat ini memperkirakan mayoritas penduduk India langsung untuk kembali memilih aliansi Perdana Menteri Narendra Modi sebagai pemimpin negara tersebut.

Kendati demikian pihak oposisi menyebut survei semacam itu telah terbukti menyesatkan dan menganggapnya sebagai gosip.

Koalisi Aliansi Demokratik Nasional (NDA), yang dipimpin oleh Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata (BJP) Modi, bertemu di New Delhi pada Selasa kemarin dengan kepercayaan bahwa kemenangan telah berada di pihak mereka.

"NDA telah memutuskan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan memenuhi kebutuhan rakyat dalam lima tahun ke depan pemerintahan kita. Kami berkomitmen untuk India yang kuat, maju dan inklusif," kata Menteri Dalam Negeri Rajnath Singh, yang juga anggota senior BJP dilansir Reuters, Rabu (22/5/2019).

Enam dari tujuh jajak pendapat telah memperkirakan bahwa NDA akan dengan nyaman melampaui angka mayoritas dari 272 kursi di majelis rendah parlemen.

Namun partai oposisi utama Kongres telah menolak pemilihan dan mendesak pendukungnya untuk mengawal pusat-pusat suara tempat pemilihan disimpan sebelum penghitungan pada Kamis besok.

Catatan Reuters, pertumbuhan ekonomi India melambat ke level terendah dalam lima kuartal terakhir yaitu 6,6%. Hingga kini pertumbuhan ekonomi di negara itu masih menunjukkkan tanda-tanda perlambatan.

Output industri juga berkontraksi untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun. Survei menunjukkan penurunan dalam pertumbuhan manufaktur dan jasa, sementara penjualan mobil dan sepeda motor telah jatuh.

Beberapa ekonom telah menyerukan beberapa stimulus. Singh mengatakan pihaknya siap untuk memenuhi janji manifesto BJP untuk menghabiskan 100 triliun rupee (£ 1,13 triliun) untuk infrastruktur dalam lima tahun ke depan dan 25 triliun rupee untuk pertanian dan pembangunan pedesaan.

Singh juga menegaskan tujuan BJP menggandakan pendapatan petani pada tahun 2022, tepat usia ke-75 kemerdekaan India dari pemerintahan kolonial Inggris.

Analis politik mengatakan hasil pemilu dapat mengkonsolidasikan posisi dominan Modi dalam politik, dan merusak peran partai Kongres serta membuka ruang bagi partai-partai baru.

"Jika jajak pendapat keluar bisa dipercaya, citra Modi sebagai pembela iman dan bangsa telah menang sekali lagi. Narendra Modi mungkin memimpin partainya ke era dominasi pemilu," kata Nikhil Menon, asisten profesor sejarah di Universitas Notre Dame.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
india, ekonomi india

Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top