Pilpres 2019, Wapres JK : Harusnya Berjiwa Besar, yang Kalah Menghampiri

Dalam konstestasi politik etis, yang kalah dalam Pemilu seharusnya menelepon pemenang. Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan peserta Pemilu harusnya berjiwa besar. Apalagi dalam kontestasi Pemilu hanya ada dua pilihan yakni menang dan kalah.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  14:25 WIB
Pilpres 2019, Wapres JK : Harusnya Berjiwa Besar, yang Kalah Menghampiri
Wakil Presiden Jusuf Kalla saat memberikan keterangan di Jakarta. - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam konstestasi politik etis, yang kalah dalam Pemilu seharusnya menelepon pemenang untuk mengucapkan selamat.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan peserta Pemilu harusnya berjiwa besar. Apalagi dalam kontestasi Pemilu hanya ada dua pilihan yakni menang dan kalah.

"Etisnya selalu yang kalah menghampiri. Melapor yang menang. Saya dulu waktu kalah dengan Pak SBY [dalam Pemilu 2009], saya langsung telepon Pak SBY dan mengucapkan selamat. Saya menerima itu," kata Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Menurutnya, dalam kontestasi tentu terdapat perasaan puas atau pun tidak puas atas hasil Pemilu.

"Kalau yang tidak puas ada jalannya, yang secara yuridis. Kan kita negara hukum," kata JK.

Sementara itu di Kertanegara, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menggelar konferensi pers menanggapi penetapan hasil Pilpres 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Selasa dini hari (21/5/2019). 

Prabowo didampingi cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno dan pimpinan Badan Pemenangan Nasional (BPN) serta petinggi Koalisi Adil-Makmur menolak pengumuman Komisi Pemilihan Umum yang memenangkan pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, jusuf kalla, prabowo subianto, Pilpres 2019

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top