Bukan Sihir, Terbukti Lembaga Quick Count Manjur Prediksi Hasil Pemilu 2019

Hasil perhitungan lembaga hitung cepat (quick count) di Pemilu Serentak 2019 terbukti tak jauh berbeda dengan hasil resmi pemenang Pemilu yang baru saja ditetapkan KPU RI.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  10:06 WIB
Bukan Sihir, Terbukti Lembaga Quick Count Manjur Prediksi Hasil Pemilu 2019
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya (kanan) berbincang dengan Executive Director Charta Politika Yunarto Wijaya (kiri), dan CEO Schroders Indonesia Michael Tjoajadi saat peluncuran aplikasi CommBank SmartWealth, di Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Hasil perhitungan lembaga hitung cepat (quick count) pada pemilu serentak 2019 terbukti tak jauh berbeda dengan hasil resmi  pemilu yang baru saja ditetapkan KPU RI.

"Terbukti quick count bukan sihir science dan tidak perlu bertemu penguin di Antartika," tulis Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya dalam akun sosial media resminya, Selasa (21/5/2019) dini hari.

Charta Politika bersama Indikator Politik Indonesia dan Poltracking Indonesia menjadi lembaga yang bekerja sama dengan Bisnis.com dalam menampilkan prediksi pemenang pemilu presiden (pilpres) maupun pemilu legislatif (pileg). Bagaimana perbandingan hasilnya?

Berdasarkan penetapan hasil pemilu 2019  oleh KPU RI, paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf meraih 85.607.362 suara (55,50 persen). Sementara, paslon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga mendapat 68.650.239 suara (44,50 persen).

Sebelumnya, tiga lembaga hitung cepat memprediksi Jokowi-Ma'ruf akan mendapat persentase suara 54,59 persen (Indikator) 54,32 persen (Charta Politika) dan 54,98 persen (Poltracking).

Sedangkan Prabowo-Sandiaga diprediksi memperoleh suara sebesar 45,41 persen (Indikator) 45,68 persen (Charta Politika) dan 45,68 persen (Poltracking).

Begitu juga hasil pileg 2019. Lembaga quick count Indikator Politik Indonesia berhasil memotret urutan perolehan suara partai dengan sempurna. Walaupun, persentasenya tak selalu tepat tetapi masih dalam batas margin of error.

Dimulai dari PDIP yang diprediksi memperoleh 18,89 persen, bertengger di posisi pertama dengan perolehan 27.053.961 suara (19,33 persen).

Sedangkan Gerindra yang tadinya dianggap mampu meraih suara 12,68 persen, harus puas berada di posisi dua dengan 17.594.839 suara (12,57 persen).

Berikutnya, ada tiga parpol yang otomatis mendapat kursi pimpinan DPR, yaitu Golkar 17.229.789 suara (12,31 persen) diprediksi 11,8 persen, PKB 13.570.097 suara (9,69 persen) diprediksi 10,14 persen, dan Nasdem 12.661.792 suara (9,05 persen) diprediksi tepat 9,05 persen.

Empat parpol lain yang berhasil melenggang ke Senayan, yakni PKS 11.493.663 suara (8,21 persen) diprediksi 8,18 persen, Demokrat 10.876.507 suara (7,77 persen) diprediksi 7,63 persen, PAN 9.572.623 suara (6,84 persen) diprediksi 6,56 persen, dan PPP 6.323.147 (4,52 persen) diprediksi 4,40 persen.

Tujuh partai lain yaitu PSI, Perindo, Berkarya, Hanura, PBB, Garuda, dan PKPI masih belum bisa mengirimkan wakilnya ke Parlemen. Sebab, baik dari prediksi lembaga quick count maupun kenyataaannya, mereka tak lolos parliamentary threshold atau ambang batas parlemen 4 persen. 


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Jokowi, kpu, quick count, Pemilu 2019, Pilpres 2019

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top