Pergantian PM Mahathir ke Anwar Ibrahim Mulai Disiapkan

Presiden Partai Keadilan Rakyat Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan akan membahas rencana suksesi kepemimpinan dengan Perdana Menteri Mahathir Mohamad sekaligus memberi peran sebagai negarawan kepada perdana menteri berusia 93 tahun itu setelah mengundurkan diri.
John Andhi Oktaveri | 16 Mei 2019 10:33 WIB
Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad/Dok. Malaysian Department of Information - Zarith Zulkifli

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Partai Keadilan Rakyat Malaysia, Anwar Ibrahim mengatakan akan membahas rencana suksesi kepemimpinan dengan Perdana Menteri Malaysia  Mahathir Mohamad sekaligus memberi peran sebagai negarawan kepada perdana menteri berusia 93 tahun itu setelah mengundurkan diri.

Berbicara kepada wartawan di sela-sela Konvensi Pemuda Nasional 2019, Anwar mengatakan rincian rencana suksesi tersebut, termasuk termasuk tanggal yang akan disepakati di antara mereka.

“Saya tidak punya masalah sama sekali, karena Dr Mahathir memiliki peran untuk dimainkan sekarang dan harus diberi ruang.”

"Bahkan jika saya mengambil alih kepemimpinan, Dr Mahathir masih akan memainkan peran sebagai negarawan karena dia telah banyak berkontribusi pada negara," kata Anwar seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (16/5/2019).

Anwar menambahkan bahwa komunikasi di antara mereka berdua telah terjadi dengan baik.

Mahathir, yang memimpin koalisi Pakatan Harapan (PH) meraih kemenangan mengejutkan dalam pemilihan umum terakhir. Dia kembali memimpin Malaysia sebagai perdana menteri ketujuh dan diangkat sumpah pada 10 Mei 2018.

Sebelum pemilihan, PH mengatakan Mahathir akan menjadi perdana menteri yang ditunjuk, sementara Wan Azizah Wan Ismail akan menjadi wakil perdana menteri. PH menyebut Anwar akan menjadi perdana menteri kedelapan negara itu.

Setelah kemenangan PH, Anwar menerima pengampunan kerajaan meski sebelumnya sempat diidana atas kasus tuduhan pelecehan seksual. Da kemudian kembali ke parlemen sebagai anggota parlemen Port Dickson melalui pemilihan sela.

Koalisi PH telah menyetujui periode dua tahun untuk Dr Mahathir untuk duduk di kantor tertinggi negara itu sebelum menyerahkan tongkat kepada Anwar.

Mahathir, yang sering ditanya tentang transisi, mengatakan bahwa dia akan tetap berkuasa jika orang-orang menginginkan dia untuk melayani di luar periode yang disepakati. Namun, Mahathir telah berulang kali meyakinkan akan menghormati janji transfer kekuasaan dengan menegaskan bahwa dia hanya "perdana menteri sementara".

Di pihaknya, Anwar telah secara terbuka mendukung kepemimpinan Mahathir sambil berpegang teguh pada periode waktu dua tahun.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
malaysia, anwar ibrahim, mahathir mohamad

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup