4 Hari ke Depan Waspadai Gelombang Tinggi di Wilayah Ini

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarakan peringatan dini potensi gelombang tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter. Diperkirakan gelombang tinggi tersebut dapat terjadi di Laut Arafuru bagian timur dan Samudera Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa dalam kurun waktu empat hari ke depan (15-18 Mei 2019).
Saeno
Saeno - Bisnis.com 15 Mei 2019  |  12:33 WIB
4 Hari ke Depan Waspadai Gelombang Tinggi di Wilayah Ini
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Indonesia diimbau untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika mengeluarakan peringatan dini potensi gelombang tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter. Diperkirakan gelombang tinggi tersebut dapat terjadi di Laut Arafuru bagian timur dan Samudera Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa dalam kurun waktu empat hari ke depan (15-18 Mei 2019).

"Terdapat pantauan pola tekanan rendah 1000 hPa di Laut Karang. Sementara untuk pola angin di wilayah utara Indonesia umumnya dari Tenggara – Barat Daya dengan kecepatan 3 - 15 knot, Sedangkan di wilayah selatan Indonesia umumnya dari Timur – Selatan dengan kecepatan 3 - 25 knot," demikian hasil pantauan BMKG, seperti disampaikan Bagian Hubungan Masyarakat Biro Hukum dan Organisasi BMKG, Rabu (15/5/2019).

Faktor pendukung lainnya, tulis BMKG, adalah kecepatan angin tertinggi yang terpantau terjadi di Samudera Hindia selatan Jawa, dan Laut Arafuru bagian timur.

Potensi gelombang tinggi tidak hanya bisa terjadi di 2 wilayah tersebut melainkan juga berpotensi terjadi di 27 wilayah Indonesia lainnya dengan kisaran yang lebih rendah yaitu 1,25 hingga 2,5 meter.

Wilayah tersebut di antaranya Perairan Utara Sabang, Perairan Sabang – Banda Aceh, Perairan Barat Aceh, Perairan Barat Kep. Simeulue hingga Kep. Mentawai, Perairan Bengkulu – Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia barat Aceh hingga Bengkulu, Perairan Selatan Jawa hingga P. Sumba, Selat Bali – Lombok – Alas – Sape bagian selatan, Laut Sawu, Perairan selatan P. Rote - Kupang, Selat Sumba bagian barat, Laut Timor selatan NTT, Samudera Hindia selatan Bali hingga NTT, Laut Jawa bagian tengah hingga timur, Perairan selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Selata Makassar bagian selatan, Perairan Manui – Kendari, Perairan Kep. Wakatobi, Perairan selatan Kep. Banggai - Sula, Laut Flores bagian timur, Perairan selatan Ambon, Laut Banda, Perairan Letti hingga Tanimbar, Perairan Kep. Kei hingga Aru, dan terakhir Laut Arafuru bagian barat hingga tengah.

"BMKG mengimbau nelayan untuk berhati-hati dan memperhatikan risiko keselamatan pelayaran. Beberapa moda transportasi yang rawan di antaranya perahu nelayan dengan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m, kapal tongkang dengan kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m, kapal ferry dengan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m, serta kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar dengan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m," ujar BMKG.

Masyarakat yang berdomisili dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi serta wilayah pelayaran padat juga diminta BMKG agar selalu waspada. "Jika terjadi gelombang tinggi, segera berlari menjauh ke tempat yang lebih tinggi dan aman."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
BMKG, gelombang tinggi

Sumber : bmkg

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top