AS: Jangan Ulangi Campur Tangan Rusia Pada Pilpres 2020

Dia menambahkan bahwa AS sudah berkali-kali mengatakan juga ingin memulihkan hubungan kedua negara sepenuhnya.
John Andhi Oktaveri | 15 Mei 2019 06:21 WIB
Mike Pompeo - reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Menteri Lua Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo mengingatkan Rusia agar tidak lagi mengganggu negara itu dalam pemilihan presiden AS pada 2020 dan meminta agar tidak akan ada pengulangan atas dugaan campur tangan pada Pemilu 2016.

Sementara itu, Presiden Vladimir Putin, yang bertemu Pompeo di resor Laut Hitam Rusia di Sochi membalasnya dengan mengatakan bahwa Rusia tidak pernah ikut campur dalam Pemilu AS.

Menurutnya, laporan oleh Penasihat Khusus AS, Robert Mueller yang disebutnya ‘objektif’, tidak menemukan bukti terjadi kolusi.

Sekarang setelah laporan Mueller keluar, yang membuat hubungan AS-Rusia menurun, Putin mengatakan dia berharap hubungan akan mulai membaik kembali.

“Saya telah mendapatkan kesan bahwa presiden Anda ingin memperbaiki hubungan Rusia-AS. Hubungan  dan kontak yang ingin menyelesaikan masalah yang menjadi kepentingan bersama kita,” kata Putin kepada Pompeo sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (15/5/2019).

Dia menambahkan bahwa AS sudah berkali-kali mengatakan juga ingin memulihkan hubungan kedua negara sepenuhnya. 

Mengunjungi Rusia untuk pertama kalinya sebagai menteri luar negeri, Pompeo sebelumnya telah memicu perdebatan dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengenai berbagai masalah mulai dari Ukraina hingga soal Venezuela. Setelah pertemuan mereka, kedua menteri itu mengatakan bahwa mereka jauh berbeda dalam banyak masalah.

“Saya menjelaskan kepada Menteri Luar Negeri Lavrov ... bahwa campur tangan dalam pemilihan Amerika tidak dapat diterima. Jika Rusia terlibat dalam hal itu pada 2020 maka hal itu akan menempatkan hubungan kita di tempat yang bahkan lebih buruk daripada sebelumnya,” kata Pompeo.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amerika serikat, rusia

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup