Imbas Perang Dagang, Penjualan Kendaraan China Turun Lagi pada April

Kinerja penjualan kendaraan di China terus menurun selama 10 bulan beruntun. Penjualan kendaraan pada bulan lalu dilaporkan merosot di tengah melambatnya pertumbuhan global dan perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani | 13 Mei 2019 16:17 WIB
Beragam mobil bekas tampak di pasar kendaraan seken di Pingdingshan, Privinsi Henan, China, 5 November 2018. - REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja penjualan kendaraan di China terus menurun selama 10 bulan beruntun. Penjualan kendaraan pada bulan lalu dilaporkan merosot di tengah melambatnya pertumbuhan global dan perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).  

Menurut China Association of Automobile Manufacturers (CAAM), penjualan mobil di China merosot 14,6 persen menjadi 1,98 juta pada April dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan ini mengikuti penurunan sebesar 5,2 persen pada Maret, 14 persen pada Februari, juga penurunan selama berbulan-bulan sebelumnya. Negeri Tirai Bambu pun membukukan kontraksi tahunannya tahun lalu, kontraksi tahunan pertama sejak tahun 1990-an.

Produsen-produsen mobil telah menurunkan harga kendaraan di China setelah pemerintah setempat melancarkan pemotongan pajak demi memacu pengeluaran konsumen.

“Kendati demikian, para pelanggan tetap menunda pembelian mereka dengan harapan bakal memperoleh kebijakan yang lebih menguntungkan. Hal ini mengganggu penjualan,” terang CAAM, seperti dilansir Reuters, Senin (13/5/2019).

Pada saat yang sama, merosotnya penjualan pada April juga disebut karena terdampak langkah beberapa provinsi di China yang menerapkan standar emisi kendaraan baru lebih awal dari ekspektasi, sehingga memicu ketidakpastian di antara produsen.

Pemerintah China akan mewajibkan seluruh jenis kendaraan ringan (light vehicles/LV) untuk mematuhi standar emisi "China VI" yang lebih ketat pada tahun 2020 sebagai bagian dari upaya memerangi polusi.

“Sejalan dengan itu, penjualan kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEV) mendapatkan hikmah dengan kenaikan penjualan sebesar 18,1 persen pada April menjadi 97.000 kendaraan,” lanjut  CAAM.

Penjualan NEV melonjak hampir 62 persen tahun lalu bahkan ketika pasar mobil berskala luas mengalami kontraksi.

Selanjutnya, eskalasi baru-baru ini dalam perang dagang antara China dan Amerika Serikat, kemungkinan akan berdampak signifikan pada ekspor suku cadang mobil China.

Seperti diketahui, perundingan dagang antara pemerintah AS dan China pada akhir pekan lalu menghadapi kebuntuan tanpa kesepakatan, setelah Washington mulai memberlakukan kenaikan tarif menjadi 25 persen terhadap impor China senilai US$200 miliar pada Jumat (10/5/2019).

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mobil, china, perang dagang AS vs China

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup