Bara Hasibuan : People Power & Klaim Sepihak Akan Mencelakakan Partai

Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Bara Hasibuan berharap PAN tak melibatkan diri dalam wacana kontraproduktif pascapemilu yang terkait Pilpres 2019.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 29 April 2019  |  21:36 WIB
Bara Hasibuan : People Power & Klaim Sepihak Akan Mencelakakan Partai
Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan - Bisnis/Aziz Rahardyan

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional Bara Hasibuan berharap PAN tak melibatkan diri dalam wacana kontraproduktif pascapemilu yang terkait Pilpres 2019.

"Saya cinta partai, saya ikut dirikan partai ini, saya ingin partai terus maju ke depan, saya ingin partai tidak ikut hal-hal yang mencelakakan partai. Misal ide-ide people power, terlibat klaim-klaim tidak ada dasarnya. Saya memang menentang itu demi kepentingan partai," jelas Bara pada Senin (29/4/2019).

Seperti diketahui, Bara tengah terlibat konflik internal di tubuh PAN akibat mendukung petahana Joko Widodo. Beberapa kader pun membuat petisi agar Bara dipecat dari kepengurusan partai.

Kendati demikian, Bara justru mengaku mendapati kemungkinan PAN untuk 'pindah haluan' dari kubu penantang menjadi mendukung kubu petahana, lewat Ketua Umun PAN Zulkifli Hasan.

"Saya dekat dengan ketum, bukan hanya pemimpin saya, dia sahabat saya, saya tidak mungkin melakukan yang mencelakakan dia sebagai ketua umum. Malah saya lakukan demi kepentingan dia dan demi partai," jelasnya.

"Komitmen kami di koalisi Prabowo-Sandi adalah selesai Pilpres. Ini kan koalisi untuk Pilpres. Sudah selesai, ya kita berhak punya otoritas penuh untuk menentukan langkah direction ke depan, demi kepentingan partai dan apa yang bisa partai lakukan untuk berkontribusi untuk bangsa ini," tambahnya.

Senada dengan Bara, budayawan sekaligus mantan tokoh Muhammadiyah Mohamad Sobary dalam kesempatan yang sama, menyebut upaya people power justru bisa merepotkan pihak yang melontarkan ajakan itu sendiri.

Oleh karena itu, Sobary berharap muncul sosok pengingat dari internal kubu Prabowo-Sandi bahwa ajakan people power yang mereka ucapkan, terutama yang dilontarkan kawannya politisi senior PAN dan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Amien Rais, akan membawa mereka ke jalur politik yang berbahaya.

"Jangan salah, beberapa orang saya kira memang menunggu adanya people power itu. Ada orang-orang militan yang menunggu untuk turun ke jalan. Nah, yang tidak siap pasti Amien Rais sendiri dan Prabowo pada akhirnya, karena mereka tahu TNI dan Polisi akan siap [menghadapi]. Mereka juga sadar bahwa people power itu tidak ada alasannya. Mereka juga tahu," ungkap Sobary.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
partai amanat nasional, Pemilu 2019, Pilpres 2019, Aksi 22 Mei

Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup