Bertemu Putin, Kim Sebut Semenanjung Korea Tidak Aman

Pernyataan itu disampaikan saat melakukan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertamanya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin kemarin di Vladivostok, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (26/4/2019).
John Andhi Oktaveri | 26 April 2019 09:39 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berangkat untuk mengunjungi Rusia di lokasi yang dirahasiakan dalam foto tak bertanggal ini yang dirilis pada 23 April 2019 oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un mengatakan Amerika Serikat bertindak dengan “niat jahat" ketika dia bertemu dengan Presiden Donald Trump di Hanoi sebelumnya, sedangkan situasi di semenanjung Korea telah mencapai ‘titik kritis,’ menurut media pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan saat melakukan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) pertamanya dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin kemarin di Vladivostok, menurut Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) sebagaimana dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (26/4/2019).

Disebutkan bahwa pembicaraan kedua pemimpin berlangsung ramah dalam situasi saling menghormati.

Pemimpin Korea Utara itu mengatakan situasi di Semenanjung Korea dan wilayah sekitarnya tidak aman. Menurutnya, kondisi itu bahkan telah mencapai titik kritis seperti dilaporkan KCNA.

“Situasi di semenanjung dapat berbalik ke kondisi semula karena AS mengambil sikap sepihak dengan iktikad buruk pada pembicaraan KTT kedua baru-baru ini,” ujar Kim pada pertemuan itu.

Sementara itu, pada pertemuan tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa dia percaya pemimpin Korea Utara Kim Jong-un akan menghentikan program senjata nuklirnya apabila dia terlebih dulu menerima jaminan keamanan.

Pada konferensi pers seusai pertemuan, Putin juga mengusulkan pendekatan bertahap untuk denuklirisasi dengan syarat Amerika Serikat dan Korea Utara secara perlahan mengambil langkah-langkah untuk membangun sikap saling percaya.

“Jika kita bergerak selangkah demi selangkah dengan saling menghormati kepentingan pihak lain, maka sasaran ini dapat dicapai pada akhirnya,” kata Putin, sebagaimana disebutkan kantor berita pemerintah Rusia, Tass.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
kim jong un, Donald Trump

Editor : M. Taufikul Basari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top