Terima Rp339 Miliar Sepanjang 2018, Gaji CEO Walmart Meningkat 3,5 Persen

CEO Walmart, salah satu perusahaan ritel terbesar Amerika Serikat, Doug McMillon membukukan pendapatan pribadi sebesar US$24 juta (sekitar Rp339,48 miliar) sepanjang 2018.
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 25 April 2019  |  09:05 WIB
Terima Rp339 Miliar Sepanjang 2018, Gaji CEO Walmart Meningkat 3,5 Persen
Walmart - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - CEO Walmart, salah satu perusahaan ritel terbesar Amerika Serikat, Doug McMillon membukukan pendapatan pribadi sebesar US$24 juta (sekitar Rp339,48 miliar) sepanjang 2018.

Jumlah fantastis itu diterima McMillon di tengah perjuangan perusahaan mempertahankan posisinya kala menghadapi pesaing lain seperti Amazon.

Gaji pokok McMillon sendiri berjumlah US$1,3 juta (sekitar Rp18,4 miliar). Besaran itu lalu ditambah dengan penghargaan saham berdasarkan kinerja yang mencapai US$15,6 juta. McMillon juga berhak menerima insentif tambahan sekitar US$6,7 juta dan kompensasi lainnya.

Pendapatan McMillon kali ini, menurut CNN, naik 3,5 persen dibanding pendapatannya pada tahun sebelumnya. Jumlah tersebut juga 1.076 kali lebih tinggi dibanding nilai tengah (median) gaji yang diterima oleh pekerja Walmart.

Para pekerja Walmart juga mendapat kenaikan gaji pada 2018. Nilai median gaji pekerja perusahaan ini mencapai US$22.000 (Rp311 juta) tahun lalu atau mengalami kenaikan 14,5 persen.

"Perusahaan kami membayar pekerja berdasarkan kinerjanya. Kami juga mengaitkan program kompensasi jajaran eksekutif dengan kinerja operasional perusahaan serta strategi utama kami," ungkap jur bicara Walmart, Randy Hangrove sebagaimana dikutip CNN Kamis (25/4/2019).

Hangrove menjelaskan bahwa 76 persen dari kompensasi McMillon sangat bergantung pada tujuan kinerja yang belum dipenuhi. McMillon sendiri telah menjadi CEO sejak 2014.

Saham perusahaan turun sekitar 10% selama tahun fiskal 2018. Tetapi penjualan Walmart secara keseluruhan tumbuh 3%, dan penjualan digital meningkat 40 persen.

Walmart (WMT) adalah perusahaan sektor swasta terbesar di AS dan mempekerjakan lebih dari 2,2 juta pekerja tahun lalu, termasuk 1,5 juta di Amerika Serikat. Perusahaan ini tercatat telah menaikkan upah minimum dalam beberapa tahun terakhir.

Tahun lalu, Walmart meningkatkan upah awal per jamnya di Amerika Serikat menjadi US$11 per jam dan memberi hampir US$800 juta bonus untuk pekerja per jam berdasarkan kinerja toko.

Walmart juga membuat kebijakan baru tentang cuti hamil dan melahirkan. Perusahaan mengatakan rata-rata total kompensasi dan insentif mencapai lebih dari US$17,5 per jam.

Diumumkannya pendapatan CEO Walmart serta rasio antara jejeran eksekutif dan nilai rerata pekerja merupakan bagian dari kewajiban yang diatur dalam reformasi keuangan Dodd-Frank yang disahkan selama pemerintahan Obama.

Gap (GPS) memiliki kesenjangan pembayaran terbesar di antara perusahaan RITEL. Beradasarkan data dari MyLogIQ, pendapatan CEO GAP Art Peck 3.566 lebih besar dibanding rata-rata pendapatan pekerjanya dengan pendapatan US$20,7 juta pada 2018. Sementara itu, CEO Ross Stores (ROST) Barbara Rentler menghasilkan 1.222 lebih banyak dibanding pekerja median perusahaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ritel, walmart

Sumber : CNN

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top