40.000 Warga Palestina Demo Besar-besaran di Perbatasan Israel

Sekitar 40.000 warga Palestina berunjuk rasa di perbatasan dengan Israel, Sabtu (30/3/2019).
Annisa Margrit | 31 Maret 2019 12:29 WIB
Tentara Israel menghadapi para pengunjuk rasa Palestina di perbatasan antara Israel dan Jalur Gaza, Sabtu (30/3/2019). - Reuters/Amir Cohen

Bisnis.com, JAKARTA -- Puluhan ribu warga Palestina berkumpul di perbatasan dengan Israel pada Sabtu (30/3/2019), dalam rangka peringatan demonstrasi besar tahun lalu.
 
Militer Israel menyebutkan jumlahnya diperkirakan mencapai 40.000 orang. Namun, jumlah ini masih lebih sedikit dari perkiraan. 

Militer Israel berjaga-jaga di sekitar Gaza dengan tank dan tentara.
 
Reuters melansir Minggu (31/3), para pengunjuk rasa menuntut diakhirinya blokade keamanan yang dilakukan di Gaza oleh Israel dan Mesir serta meminta diakuinya hak warga Palestina untuk kembali ke tanah mereka, setelah terpaksa mengungsi ketika Israel mencaplok wilayah itu pada 1948.
 
Tuntutan tersebut ditolak oleh Israel, yang menyatakan bahwa hal itu bakal berdampak negatif terhadap penduduk mereka yang kebanyakan Yahudi. Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mendapat sorotan dari penduduk Israel terkait penanganannya atas unjuk rasa itu.
 
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina mengklaim sekitar 200 warga Palestina di Gaza telah tewas oleh serangan tentara Israel, sejak aksi unjuk rasa dimulai pada 30 Maret 2018. 
 
Pejabat medis Gaza mengungkapkan ada empat warga Palestina yang tewas, kemarin. Tiga di antaranya berusia 17 tahun dan ditembak mati oleh tentara Israel ketika berunjuk rasa, sedangkan satu lainnya tewas dalam sebuah aksi beberapa jam sebelum unjuk rasa besar dimulai.
 
Tanggal 30 Maret juga disebut sebagai Land Day, sebuah peringatan tahunan atas dibunuhnya enam warga Arab oleh aparat keamanan Israel dalam demonstrasi besar memprotes pencaplokan lahan pada 1976.
 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
palestina, israel

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup