Janji-janji Sandi di Tanah Papua

Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan Pilpres 2019 bukan soal Prabowo-Sandi, tapi yang terpenting adalah merajut tenun kebhinekaan dan persaudaraan yang diawalinya dari Mansinam, pulau sejarah peradaban orang Papua.
JIBI
JIBI - Bisnis.com 27 Maret 2019  |  09:53 WIB
Janji-janji Sandi di Tanah Papua
Calon wakil presiden nomor urut 01 Sandiaga Uno melaksanakan kampanye terbuka di Papua Barat. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno mengatakan Pilpres 2019 bukan soal Prabowo-Sandi, tapi yang terpenting adalah merajut tenun kebhinekaan dan persaudaraan yang diawalinya dari Mansinam, pulau sejarah peradaban orang Papua.

 “Saya sangat tersanjung dengan sambutan warga Manokwari dan di Pulau Mansinam, karena Mansinam adalah pulau yang menyimpan bukti-bukti sejarah peradaban orang Papua yang diawali dengan pemberitaan Injil," kata Sandiaga di Pulau Mansinam, Rabu(27/3/2019).

Saat tiba di Mansinam pagi tadi, Sandiaga disambut prosesi injak buaya dan penyu yang dibuat dari pasir, sebelum Sandiaga membasuh wajah dengan air sumur tua dan menanam dua pohon kelapa di pulau tersebut.

“Kita yakini akan semakin kuat dalam merawat kebangsaan dan persatuan, Itu yang kita harapkan. Karena Pilpres 2019 tinggal 17 hari lagi kedepan, makanya kita rawat kebhinekaan dan merawat kebudayaan dari ujung timur Indonesia,” ujarnya.

Sandiaga juga bersepakat dengan warga Manokwari khususnya di Pulau Mansinam, jika diizinkan Tuhan untuk memimpin Indonesia, Prabowo - Sandi akan menghadiri perayaan 165 tahun masuknya Injil di Tanah Papua pada 5 Februari 2020 mendatang.

Sandiaga juga menerima aspirasi warga Mansinam untuk pembangunan rumah layak huni dan menyiapkan generasi milenial di Papua Barat untuk mandiri dalam dunia bisnis.

“Ada dua aspirasi yang saya terima dari warga Mansinam, soal rumah dan pendidikan. Keduanya tentu akan Prabowo - Sandi buktikan lima tahun k edepan sesuai program kerja yang telah disiapkan,” ujar Sandiaga sebelum bertolak menuju lapangan Borasi untuk melakukan kampanye terbuka.

Petrus Rumfabe, tokoh adat suku Doreri di Mansinam mengatakan tradisi injak Buaya dan Penyu yang terbuat dari pasir memiliki arti tersendiri yang diyakini sukunya. Buaya sebagai lambang kekuatan dan keberanian, sedangkan Penyu melambangkan keuletan dan ketabahan dalam mengarungi samudera.

Dia juga meyakini bahwa tiket menuju Istana untuk pasangan Prabowo - Sandi sudah diberikan melalui restu doa saat Sandiaga Uno menginjakkan kaki di Pulau Mansinam dan membasuh wajahnya dengan air sumur tua.

"Mansinam adalah ikon sejarah peradaban orang Papua, jadi kalau Pak Sandi sudah ke Mansinam, itu artinya dia ketok pintu rumah dan kami merestui," tutur Petrus Rumfabe.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sandiaga uno, Pilpres 2019, Kampanye Terbuka

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top