Ini Kondisi Bus Penuh Anak Sekolah yang Dibakar Sopirnya. Beruntung Tak Ada Korban

Reruntuhan bus berisi penuh anak sekolah yang dibakar sopirnya tampak hangus di semua bagian dan hanya tinggal puing. Tak terbayang jika anak-anak sekolah itu terjebak di dalamnya.
Saeno
Saeno - Bisnis.com 21 Maret 2019  |  11:27 WIB
Ini Kondisi Bus Penuh Anak Sekolah yang Dibakar Sopirnya. Beruntung Tak Ada Korban
Puing bus yang dibakar oleh sopirnya sebagai protes atas perlakuan terhadap migran yang coba menyeberangi Laut Mediterania, terlihat di jalan di Milan, Italia, 20 Maret 2019. - Tim Lokal via Reuters TV/Reuters

BIsnis.com, MILAN - Reruntuhan bus berisi penuh anak sekolah yang dibakar sopirnya tampak hangus di semua bagian dan hanya tinggal puing. Tak terbayang jika anak-anak sekolah itu terjebak di dalamnya. 

Puing bus yang dibakar oleh sopirnya sebagai protes terhadap perlakuan terhadap para migran yang mencoba menyeberangi Laut Mediterania itu teronggok kaku di jalan di Milan, Italia, 20 Maret 2019.

Berdasar foto dari tim lokal yang dipublikasikan reuters dari Reuters TV  tampak hampir semua bagian bus tersebut dalam keadaan gosong. Warna hitam sisa pembakaran membuat rangka bus itu memantulkan pemandangan yang tak mengenakkan.

Situasi akan lebih mencekam jika para siswa terjebak di dalam bus yang hangus tersebut. Beruntung hal itu tidak terjadi.

Reuters, Rabu (20/3/2019) melaporkan semua 51 anak-anak berhasil melarikan diri tanpa cedera sebelum bus itu dilalap api di pinggiran Milan, ibu kota bisnis Italia. Polisi menyebut pengemudi pelaku pembakaran bernama Ousseynou Sy, warga negara Italia berusia 47 tahun asal Senegal.

"Dia berteriak, 'Hentikan kematian di laut, aku akan melakukan pembantaian'," ujar juru bicara kepolisian Marco Palmieri mengutip pengakuan Ousseynou Sy kepada polisi setelah penangkapan dirinya.

Sebuah video yang diposting di situs berita Italia menunjukkan pengemudi menabrakkan bus ke mobil di jalan raya provinsi sebelum kebakaran terjadi. Anak-anak terlihat melarikan diri dari kendaraan sambil berteriak "lariii...."

Salah satu siswa mengatakan kepada wartawan bahwa sang sopir mengancam untuk menuangkan bensin di atasnya dan membakar bus tersebut. Sementara itu, sekelompok siswa berhasil memanggil polisi, yang bergegas ke tempat kejadian dan memecahkan jendela bus untuk menyelamatkan semua siswa.

Palmieri mengatakan beberapa anak dibawa ke rumah sakit karena mengalami memar atau dalam keadaan syok, tetapi tidak ada yang menderita cedera serius.

Seorang guru yang berada di bus bersama anak-anak sekolah itu, seperti dikutip oleh kantor berita Ansa, mengatakan bahwa sopir mengatakan dia ingin ke landasan pacu di bandara Linate Milan.

Seorang gadis yang tidak disebutkan namanya menyebutkan bahwa Sy menyalahkan wakil perdana menteri Matteo Salvini dan Luigi Di Maio atas kematian para migran Afrika di laut.

PBB memperkirakan sekitar 2.297 migran tenggelam atau hilang di Mediterania pada 2018 ketika mereka mencoba mencapai Eropa.

Seorang pejabat keamanan Libya mengatakan pada Selasa bahwa setidaknya 10 migran tewas ketika kapal mereka tenggelam di lepas pantai Libya dekat kota Sabratha di bagian barat.

Pemerintah Italia telah menutup pelabuhannya untuk kapal penyelamat amal yang mengambil migran dari pantai Libya. Salvini mengatakan langkah ini telah membantu mengurangi kematian karena jumlah orang yang berada di laut menjadi jauh berkurang.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan kematian mungkin meningkat akibat hampir tidak adanya kapal yang melakukan pencarian para calon pengungsi di laut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
italia, kebakaran, bus

Sumber : Reuters

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top