Lolos dari Dua Tembakan Brenton Tarrant, Afi Selamat dari Serangan di Masjid Christchurch

Afi mengaku posisi cukup dekat dengan pelaku penyerangan di Masjid An-Nur Chrictchurch. Namun ia sendiri tak paham bagaimana bisa lolos dari dua kali tembakan yang diarahkan pelaku.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 20 Maret 2019  |  09:25 WIB
Lolos dari Dua Tembakan Brenton Tarrant, Afi Selamat dari Serangan di Masjid Christchurch
Seorang pria membawa tanda "Bersatu Melawan Islamofobia" pada saat berjaga untuk para korban penembakan di masjid di Selandia Baru, di luar balai kota di Toronto, Ontario, Kanada 15 Maret 2019. - Reuters

Bisnis.com, CHRRISTCHURCH - Maut bisa terjadi di mana saja, namun jika pada peluru yang ditembakkan penyerang di Masjid An-Nur, Christchurch "tak tertulis" nama Mohammed Abdi Jemal Afi maka ia pun lolos dari maut.

Mohammed Abdi Jemal Afi adalah salah seorang penyintas atas serangan teroris pekan lalu di dua masjid di Selandia Baru. Afi mengatakan teroris tersebut berusaha menembak dia dua kali, tapi entah bagaimana ia selamat.

Afi, penyintas yang berusia 60 tahun dari serangan tersebut, mengatakan kepada Kantor Berita Anadolu bahwa ia sangat dekat dengan teroris itu ketika ia akan memasuki Masjid An-Nur di Christchurch, satu dari dua masjid tempat lelaki bersenjata tersebut menembak dan menewaskan 50 orang Muslim.

"Ibadah Jumat baru akan dimulai, dan di pintu masuk seorang perempuan Somalia berbicara dengan saya dalam bahasa kami. Ia mengatakan, 'Saudara Jamal, perhatikan lelaki di belakang kamu akan menembak kami," kenang Afi.

Ia mengatakan teroris itu sedang merekam apa yang ia kerjakan dengan satu kamera di helmnya. Afi menambahkan peluru pertama menyerempet kepalanya dan peluru kedua tak mengenainya ketika ia jatuh ke tanah.

"Kami cuma terpisah satu langkah. Cuma selangkah antara kami. Ia menunggu beberapa detik. Ia tidak berhenti menembak. Ia tidak berbicara, dan ia cuma melihat ke muka saya. Lalu ia menjauh dua langkah, dan mulai berlari ke arah pintu masjid. Ia berpakaian seperti tentara, dan ia mengatakan, 'Kamu tak bisa memasuki masjid, keluar sana', dan ia mulai menembaki saya," kata Afi, sebagaimana dikutip Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu (20/3/2019) dini hari.

Orang datang untuk shalat

Afi juga menggaris-bawahi bahwa ia melihat teroris tersebut membunuh seorang pria Afghanistan dari jamaah yang menyambut dia. Afi juga menyaksikan beberapa perempuan dan lelaki ditembak di dada dan di kepala, katanya.

Setelah selamat dari serangan itu, Afi menghubungi polisi dan ambulans, dan mereka tiba sekitar 18-20 menit kemudian, katanya.

Karena terjatuh, tulang kedua lutut Afi patah, dan para dokter memberitahu bahwa ia harus dioperasi, tapi ia mengatakan menunda pengobatan sampai pemakaman para korban dilakukan.

"Semua orang tidak bersenjata. Mereka bertangan kosong, dan mereka berada di sini cuma untuk shalat, bukan untuk berkelahi," kata Afi.

"Dengan izin Tuhan, semoga orang yang gugur akan masuk surga. Mereka berada di masjid untuk beribadah. Mereka sedang mendengarkan khutbah. Mereka akan masuk surga," kata Afi.

Sedikitnya 50 orang Muslim meningal ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah orang yang sedang Salat Jumat di Masjid An-Nur dan Linwood di Christchurch, Selandia Baru.

 

Brenton Harrison Tarrant, nam lelaki itu, dengan darah dingin melepaskan tembakan, tanda lain mengenai Islamfobia, yang meningkat.

Brenton Harrison Tarrant, orang Australia yang berusia 28 tahun, menghadapi dakwaan pembantaian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
selandia baru, penembakan, muslim

Sumber : Antara

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top