Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

AS Berencana Cabut Kesepakatan Dagang Istimewa Dengan India

Presiden AS Donald Trump menilai perjanjian dagang tersebut tak menguntungkan bagi AS.
Annisa Margrit
Annisa Margrit - Bisnis.com 05 Maret 2019  |  09:59 WIB
AS Berencana Cabut Kesepakatan Dagang Istimewa Dengan India
Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi (kiri) berjabat tangan dengan Presiden AS Donald Trump (kanan) di Gedung Putih, Washington, AS pada Juni 2017. - Reuters/Carlos Barria
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden AS Donald Trump berniat mengakhiri perjanjian dagang istimewa dengan India karena menilai hubungan dagang itu tak menguntungkan negaranya.

Melalui kesepakatan dagang tersebut, produk-produk dari India bernilai hingga US$5,6 miliar bisa masuk ke AS tanpa dikenai pajak. Adapun Trump sudah berkali-kali menyinggung tingginya tarif yang dikenakan India.

"Saya mengambil langkah ini karena, setelah hubungan intensif antara AS dan Pemerintah India, memandang bahwa India belum meyakinkan AS kalau mereka akan menyediakan akses ke pasar India," papar Trump dalam suratnya kepada para pemimpin Kongres AS, seperti dilansir Reuters, Selasa (5/3/2019).

Kantor Perwakilan Perdagangan AS (US Trade Representative Office/USTR) mengatakan dikeluarkannya India dari daftar Generalized System of Preferences (GSP) baru akan berlaku setidaknya 60 hari setelah ada pemberitahuan ke Kongres dan Pemerintah India, dan itu akan dijalankan lewat pernyataan presiden.

AS mengalami defisit neraca dagang sebesar US$27,3 miliar dari India pada 2017. Negara Asia Selatan itu mendapatkan keuntungan terbesar dari program GSP.

Hubungan dagang AS-India mulai goyah setelah pemerintahan Narendra Modi menerapkan berbagai aturan baru di sektor e-commerce yang memperketat operasional bisnis Amazon.com Inc dan Flipkart, yang didukung oleh Walmart Inc, di negara tersebut.

Sebelumnya, India juga mengharuskan prinsipal kartu pembayaran seperti Mastercard Inc dan Visa Inc untuk memindahkan datanya ke India serta adanya penerapan tarif yang lebih tinggi untuk produk elektronik serta smartphone.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

india amerika serikat

Sumber : Reuters

Editor : Annisa Margrit
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top