KTT Kim dan Trump, Hubungan Pribadi Pecahkan Kebuntuan?

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu hari ini, Rabu (27/2/2019), untuk KTT kedua dengan harapan hubungan pribadi kedua pemimpin akan mampu mencairkan kebuntuan pemecahan soal denuklirisasi Korea Utara sekaligus mengakhiri lebih dari 70 tahun permusuhan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 27 Februari 2019  |  08:30 WIB
KTT Kim dan Trump, Hubungan Pribadi Pecahkan Kebuntuan?
Hotel Metropole di Hanoi Vietnam menjadi lokasi pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertemu hari ini, Rabu (27/2/2019), untuk KTT kedua dengan harapan hubungan pribadi kedua pemimpin akan mampu mencairkan kebuntuan pemecahan soal denuklirisasi Korea Utara sekaligus mengakhiri lebih dari 70 tahun permusuhan.

Meskipun telah ada sedikit kemajuan menuju tujuannya yang disebut untuk membersihkan senjata nuklir Korea Utara sejak pertemuan pertama Kim di Singapura tahun lalu, namun Trump mengatakan dia berkomitmen penuh untuk melakukan diplomasi pribadinya dengan Kim.

Trump mengatakan akhir tahun lalu bahwa dia dan Kim “jatuh cinta”, dan menjelang keberangkatannya ke pertemuan kedua mengatakan mereka telah mengembangkan “hubungan yang sangat, sangat baik”.

Apakah kedua pemimpin akan mencapai kemajuan substantif dalam menghilangkan persenjataan nuklir Pyongyang yang mengancam Amerika Serikat, adalah pertanyaan yang akan mendominasi pembicaraan mereka di ibukota Vietnam, Hanoi.

"Hubungan ini adalah kekuatan pendorong tunggal terbesar dalam menciptakan hubungan yang lebih baik," kata Harry J. Kazianis, Direktur Studi Korea, Pusat Kepentingan Nasional sebagaimana dikutip Reuters, Rabu (27/2/2019).

Dia mengatakan bahwa jelas diperlukan landasan yang lebih kuat untuk melaksanakan dialog di antara kedua pemimpin. Trump akan bertemu Kim untuk melakukan pembicaraan empat mata pada Rabu malam yang diikuti acara makan malam.

Keduanya ditemani juru bahasa msing-masing negara, ujar juru bicara Gedung Putih Sarah Sanders kepada wartawan di pesawat Air Force One. Mereka akan mengadakan pertemuan “bolak-balik” pada hari Kami, katanya.

 Di Singapura, mereka berjanji untuk bekerja menuju denuklirisasi dan perdamaian permanen di Semenanjung Korea.

Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berperang sejak konflik 1950-53. Amerika Serikat saat itu mendukung Korea Selatan dan konflik kedua negara berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian.

Kedua pihak kemungkinan akan menyetujui langkah-langkah spesifik dan konkret atas apa yang akan diambil Korea Utara untuk menyerahkan senjata yang mengancam daratan AS. Korea Utara juga menunggu apa yang akan ditawarkan Amerika Serikat sebagai imbalannya.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Korea Utara, korea selatan, Donald Trump

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top