Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Cegah Stunting dengan Perbaikan Gizi Ibu dan Anak

Perbaikan gizi untuk Ibu dan anak guna  sangat dibutuhkan untuk mencegah stunting atau anak bertubuh pendek yang angka penurunannya masih belum terlalu signifikan di Indonesia.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 16 Februari 2019  |  20:39 WIB
Ilustrasi gizi buruk - Reuters
Ilustrasi gizi buruk - Reuters
Bisnis.com, JAKARTA - Perbaikan gizi untuk Ibu dan anak guna  sangat dibutuhkan untuk mencegah stunting atau anak bertubuh pendek yang angka penurunannya masih belum terlalu signifikan di Indonesia.
 
Kepala Humas dan Promosi Kesehatan (Promkes) RS Muhammadiyah Taman Puring Jakarta Selatan, Anita Komariyah, mengungkapkan salah satu penyebab stunting disebabkan oleh kurangnya asupan gizi yang baik untuk anak pada 1.000 hari pertama kelahiran. Oleh karena itu, menurutnya, dalam Peringatan Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap 25 Januari, RS Muhammadiyah Taman Puring menggelar seminar tentang Cegah Stunting dengan Pemberian Makanan yang Tepat.
 
Dia menjelaskan untuk mencegah stunting, seorang ibu harus mempersiapkan gizi yang terbaik untuk anak selama 1.000 hari pertama sejak kelahiran sang anak dan menghindari makanan cepat saji.
 
"Sebaiknya hanya bahan alami dan tidak ada bahan kimianya"tuturnya Sabtu (16/2/2019).
 
Dia menjelaskan RS Muhammadiyah Taman Puring Jakarta Selatan juga telah memiliki USG 4 Dimensi dan Dokter Sub Spesialis Fetomaternal agar dapat mendeteksi stunting sejak dalam kandungan. Dia juga menjelaskan bahwa ibu hamil minimal wajib memeriksakan 1 kali selama masa kehamilannya ke bagian Kebidanan dan kandungan sub spesialis fetomaternal.
 
Senada juga disampaikan Pakar Gizi Fitri Wardah Mardiah yang menilai bahwa stunting tidak hanya akan berdampak kepada bentuk tubuh anak saja, tetapi juga ke perkembangan otak anak. Menurut Fitri, jika anak yang mengalami pertumbuhan otak lambat akibat stunting, maka di usia 30 tahun ke atas akan mudah menderita penyakit degeneratif seperti sakit diabetes dan obesitas.
 
"Jadi suatu saat pas anak sekolah nanti dia tidak bisa fokus atau susah konsentrasi dalam belajar. Ujungnya kan tidak bisa bertarung menjadi SDM terbaik di dunia kerja nanti," ujarnya.
 
Dia berpandangan untuk mencegah stunting kepada anak, seorang ibu harus menyusui anak itu setelah 1 jam setelah lahir. Kemudian menurutnya, selama 6 bulan kemudian anak tersebut hanya diperbolehkan mengkonsumsi ASI, eksklusif setelah 6 bulan baru bisa diberi makanan pendamping.
 
"Jadi makanan pendamping ASI (MPASI) itu tidak boleh terlalu cepat atau ditunda ke anak," katanya.
 
Dia menilai bahwa angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan negara seperti Malaysia, Singapura. Saat  ini pemerintah tidak berhenti untuk menggenjot program perbaikan gizi bagi ibu dan anak untuk mengurangi angka stunting di Indonesia.
 
"Sudah 3 tahun ke belakang ini, Pemerintah selalu memperhatikan isu stunting setiap Peringatan Hari Gizi Nasional. Semoga ini bisa berdampak positif," ujarnya.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gizi gizi anak
Editor : Sholahuddin Al Ayyubi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top