Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Tandatangani Deklarasi Bersejarah

Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmed al-Tayeb menandatangani deklarasi persaudaraan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (4/2/2019).
Iim Fathimah Timorria
Iim Fathimah Timorria - Bisnis.com 05 Februari 2019  |  10:46 WIB
Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Tandatangani Deklarasi Bersejarah
Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmed al-Tayeb menandatangani deklarasi persaudaraan di Abu Dhabi - Reuters/Tony Gentile

Bisnis.com, JAKARTA - Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Syekh Ahmed al-Tayeb menandatangani deklarasi persaudaraan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Senin (4/2/2019).

Deklarasi ini dinilai bersejarah karena terjadi 800 tahun setelah pertemuan Santo Fransiskus dari Assisi dengan Sultan Malek al-Kamil dari Mesir. Pertemuan keduanya berlangsung di tengah pertikaian Katolik dan Islam dalam perebutan kota suci Yerusalem.

Melansir The Guardian, deklarasi yang berisi seruan perdamaian antarbangsa, agama dan ras itu ditandatangani di hadapan para ulama dan pemimpin agama peserta konferensi global lintas keyakinan.

Melalui dokumen ini, Al-Azhar dan Vatikan sepakat untuk bekerja sama dalam memerangi ekstremisme. Atas nama "semua korban perang, penganiayaan, dan ketidakadilan", kedua entitas memberi peringatan akan perang dunia ketiga yang perlahan mulai terlihat.

"Kami dengan tegas menyatakan bahwa agama tidak boleh digunakan untuk menghasut perang, sikap kebencian, permusuhan, dan ekstremisme, begitu pula kekerasan atau pertumpahan darah," demikian bunyi salah satu pernyataan deklarasi.

Dalam kunjungan kepausan pertama ke semenanjung Arab, tempat kelahiran Islam, Paus secara khusus menyerukan diakhirinya perang di Timur Tengah dengan menyebut Yaman, Suriah, Irak, dan Libya sebagai contoh. Ia megatakan semua pemimpin agama memiliki "tugas untuk menolak kata perang".

Sementara itu, Syekh Ahmed al-Tayeb, dalam pidatonya meminta umat Islam di Timur Tengah untuk "merangkul" komunitas Kristen setempat. Al-Tayeb menggambarkan mereka sebagai bagian dari bangsa dan bukan minoritas.

"Anda adalah warga negara dengan hak dan tanggung jawab penuh," kata Syekh Tayeb sebagaimana dikutip Reuters. Dia juga meminta umat Islam di Barat untuk berintegrasi di negara yang mereka tempati dan menghormati hukum setempat.

Paus Fransiskus akan memimpin misa di stadion olahraga di Abu Dhabi pada hari Selasa (5/2/2019) yang diperkirakan akan dihadiri lebih dari 130.000 orang sebelum kembali ke Roma. Misa tersebut akan menjadi yang terbesar yang pernah dilaksanakan di Timur Tengah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
paus fransiskus, uni emirat arab

Sumber : The Guardian, Reuters

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top