Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Debat Capres II: Soal Panelis, TKN Usul Orang Timur, BPN Minta di Bawah Sumpah

Walaupun KPU telah menyatakan bahwa penunjukkan nama-nama calon panelis merupakan hak prerogatif KPU, pihak TKN Jokowi-Ma'ruf dan BPN Prabowo-Sandiaga tetap boleh mengusulkan kriteria calon panelis.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 31 Januari 2019  |  08:58 WIB
 Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso (kiri) bersama Direktur Program TKN Arya Bima saat memberikan keterangan kepada wartawan usai evaluasi debat perdana di Gedung KPU, Jakarta, Senin (21/1). JIBI/BISNIS - Jaffry Prakoso
Wakil Ketua BPN Priyo Budi Santoso (kiri) bersama Direktur Program TKN Arya Bima saat memberikan keterangan kepada wartawan usai evaluasi debat perdana di Gedung KPU, Jakarta, Senin (21/1). JIBI/BISNIS - Jaffry Prakoso

Bisnis.com, JAKARTA — Walaupun KPU telah menyatakan bahwa penunjukan nama-nama calon panelis merupakan hak prerogatif KPU, pihak TKN Jokowi-Ma'ruf dan BPN Prabowo-Sandiaga tetap boleh mengusulkan kriteria calon panelis.

Aria Bima, Direktur Program TKN Jokowi-Ma'ruf menyatakan pihaknya mengusulkan adanya panelis yang berlatarbelakang wilayah Indonesia bagian Timur atau Tengah.

Alasannya, yaitu terkait kompetensi dan kedekatan dalam menilai wacana yang berkembang di wilayah tersebut. Misalnya terkait sumber daya alam ataupun manusia, infrastruktur yang perlu dibangun, dan pengetahuan geografis yang dimilikinya.

"Masalah infrastruktur ini kan banyak hal yang menyangkut wilayah-wilayah timur dan wilayah-wilayah tengah, itu justru yang harus ditanggapi oleh para Paslon itu cukup banyak masalahnya. Nah, ini ada usulan supaya ada keterlibatan, dan itu akan dicari oleh pihak KPU," ungkap Aria, Rabu (30/1/2019).

Sedangkan dari pihak BPN Prabowo-Sandiaga, Priyo Budi Santoso sebagai Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandiaga, lebih menekankan perlunya pengecekan rekam jejak panelis yang lebih ketat.

Bukan hanya track record terkait kepakaran para panelis, tetapi juga netralitasnya. Sebab, Priyo menilai panelis akan dipercaya memegang rahasia-rahasia materi debat, sehingga punya potensi sebagai pintu masuk kecurangan.

"Karena panelis ini penting. Karena nanti pada debat yang kedua ini, yang head to head antara pak Jokowi dan pak Prabowo ini, untuk pertama kalinya berbeda dengan yang lalu itu. Tidak ada kisi-kisi yang boleh dibocorkan, tidak boleh ada kisi-kisi yang kemudian sampai baik 01 maupun 02," ujar Priyo dalam kesempatan yang sama.

"Oleh karena itu, yang kedua, dipastikan kami inginkan agar panelis-panelis dan para pakar tersebut betul-betul di bawah sumpah. Tidak akan membocorkan sedikit pun. Bahkan terhadap istri, maupun putranya, apalagi terhadap kami [kedua timses], jadi yang boleh tahu sangat terbatas," tambah Priyo.

Nantinya, debat capres  2019 putaran kedua merupakan debat antarcapres JokoWidodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto pada  Minggu (17/2/2019) dengan tema yang diangkat energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup.

KPU menyatakan debat yang akan diselenggarakan di Hotel Sultan, Jakarta ini akan memiliki konsep berbeda dari debat putaran pertama yang dikritik terlalu kaku dan membosankan.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kpu Debat Capres Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top