Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prabowo Sebut Sri Mulyani Pencetak Utang, Jusuf Kalla Angkat Bicara

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat bicara terkait pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Menteri Keuangan bukan pencetak uang, tetapi pencetak utang.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  16:27 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla - Antara
Wakil Presiden Jusuf Kalla - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla angkat bicara terkait pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan bahwa Menteri Keuangan bukan pencetak uang, tetapi pencetak utang.

JK mengatakan sebuah negara yang ingin berkembang dengan cepat harus membangun masa depannya, baik melalui penerimaan negara atau berutang. Menurutnya, posisi Indonesia sejak bertahun-tahun yang lalu selalu bisa mengatasi utang dengan baik.

"Pengalaman kita sejak pemerintahan sebelumnya, [mulai dari] Pak Harto, Ibu Mega, Pak Gus Dur, itu semua bisa membayar utang. Yang paling penting bisa bayar," katanya di Kantor Wapres RI, Selasa (29/1/2019).

Dia menuturkan satu-satunya periode dimana pemerintah Indonesia yaitu saat terjadi krisis ekonomi 1998. Indonesia justru dibantu oleh International Monetary Fund (IMF). Namun, di saat kondisi normal seperti sekarang, JK menilai pemerintah Indonesia sanggup dan mampu membayar utang.

Pemilik Kalla Group tersebut membandingkan keadaan sebuah negara dengan perusahaan. Justru, perkembangan sebuah perusahaan yang terbesar dari investasi, yakni salah satunya pinjaman perbankan.

Bukan itu saja, JK juga memberi contoh negara-negara maju yang masih berhutang sampai saat ini. Misalnya, Jepang yang meminjam uang ke lembaga pensiun atau Amerika Serikat yang berhutang dengan cara mencetak uang dollar.

Sementara itu, Indonesia tak banyak memiliki lembaga-lembaga seperti itu. Meskipun, ada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tetapi uangnya tak sebesar yang ada di negara maju.

"Artinya [tugas] Menkeu ya tentu di samping menerima pajak, pasti ada defisit. Defisit ini ditalangi dengan utang. Buktinya kan tidak ada utang kita yang jatuh tempo dan tidak dibayar. Kemudian kita pinjam lagi itu cara pengelolaan keuangan," imbuhnya.

Seperti diketahui, pernyataan Prabowo kembali menarik perhatian publik. Masih soal utang, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut mengatakan utang pemerintah terus menumpuk. Prabowo mengatakan tak perlu lagi menyebut Menteri Keuangan (Menkeu) tapi Menteri Pencetak Utang.

Pernyataan tersebut dilontarkan dalam acara dukungan alumni perguruan tinggi di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini, Jakarta Timur, Sabtu (25/1/2019). Bukan hanya itu, Prabowo juga mengibaratkan utang saat ini seperti penyakit tahap stadium lanjut.

Sebagaimana diketahui, dari data APBN KiTa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) utang pemerintah pada Desember 2018 sebesar Rp 4.418,3 triliun. Angka ini naik Rp 22,33 triliun dari bulan November yang sebesar Rp 4.395,9 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla sri mulyani prabowo subianto
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top