Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Abu Bakar Ba’asyir Periksa Kesehatan di RSCM

Narapidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).
JIBI
JIBI - Bisnis.com 29 Januari 2019  |  12:02 WIB
Narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019). - Dok. Achmad Michdan
Narapidana terorisme Abu Bakar Baasyir menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019). - Dok. Achmad Michdan

Bisnis.com, JAKARTA - Narapidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir menjalani pemeriksaan kesehatan rutin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Ba’asyir tiba di RSCM sekitar pukul 10.00 WIB dengan kawalan polisi.

Pengacara Ba'asyir, Akhmad Kholid mengatakan pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan periodik yang rutin dilakukan Baasyir.

"Pemeriksaannya 3 bulan sekali, terakhir November 2018 kemarin," kata Akhmad saat ditemui wartawan di RSCM, Jakarta Pusat.

Dalam pemeriksaan hari ini, Ba’asyir akan diperiksa kesehatan secara lengkap oleh dokter rumah sakit. Di antaranya kesehatan dalam dan fisik.

Selama menjalani hukuman bui, Akhmad mengatakan kliennya tak mengalami keluhan sakit yang berarti. Ia mengungkap Baasyir hanya kerap mengeluh sakit pada kaki kanan.

 "Kakinya kurang fit. Di sebelah kanan kadang nyeri," ujarnya.

Adapun Akhmad belum dapat memastikan apakah Ba'asyir bakal kembali ke Lembaga Permasyarakatan Gunung Sindur, Bogor atau tetap berada di rumah sakit.

"Tergantung dokter nanti," kata dia.

Abu Bakar Ba’asyir tengah menjalani hukuman 15 tahun penjara karena terlibat kasus terorisme. Dia dianggap berperan dalam kasus pendanaan latihan teroris di Aceh.

Pekan lalu sempat muncul wacana pembebasan bersyarat Abu Bakar Baasyir. Pihak keluarga sempat mengajukan pembebasan bersyarat itu sejak 2017.

Pemerintah pun mempertimbangkannya karena alasan kemanusiaan mengingat Ba'asyir yang sudah tua. Namun, pemerintah membatalkan rencana tersebut. Pemerintah tidak akan membebaskan Abu Bakar Ba’asyir selama ia tak memenuhi persyaratan yang berlaku, yakni harus menyatakan kesetiaannya kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

terorisme Abu Bakar Ba'asyir

Sumber : Tempo

Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top