Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PILPRES 2019: Survei Median, Elektabilitas Prabowo-Sandi Dekati Jokowi-Ma’ruf ‘Framing’ Politik?

Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Kyai Ma’ruf Ace Hasan Syadzily menegaskan hasil survei elektabilitas pasangan calon presiden dan wapres Prabowo-Sandiaga mendekati Jokowi-Ma’ruf merupakan upaya ‘framing’ politik jelang pilpres 2019.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  10:35 WIB
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjalan bersama capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Setneg Agus Suparto
Capres nomor urut 01 Joko Widodo (kiri) berjalan bersama capres no urut 02 Prabowo Subianto sebelum mengikuti Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). - ANTARA/Setneg Agus Suparto

 Bisnis.com, JAKARTA - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi- Kyai Ma’ruf Ace Hasan Syadzily menegaskan hasil survei elektabilitas pasangan calon presiden dan wapres Prabowo-Sandiaga mendekati Jokowi-Ma’ruf merupakan upaya ‘framing’ politik jelang pilpres 2019.

Ace menyebut dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/1/2019), bahwa patut diduga lembaga survei Median sedang membangun ‘framing’ politik karena hasil surveinya ‘nyeleneh’ sendiri dibanding hasil lembaga survei lain.

Ace mengatakan mayoritas lembaga survei menyebut selisih suara paslon 01 dengan paslon 02 dua digit (sekitar 20%), yang terakhir  hasil survei Charta Politika juga menunjukan jaraknya 20%.

Ace menilai, menanggapi mayoritas hasil survei yang menemukan selisih 20%, paslon 02 atau Prabowo-Sandi bertahan dengan mengangkat ‘framing’ bahwa jarak antara Jokowi-Ma’ruf dengan Prabowo-Sandi tinggal 10%  atau satu digit.

Ace menilai selisih elektabilitas tersebut adalah survei internal Prabowo-Sandi yang tidak dipublikasikan.

Beberapa saat setelah klaim survei internal paslon 02 itu disampaikan ke publik, muncul rilis Median menjustifikasi klaim survei internal  bahwa selisih elektabilitas pada bulan Januari yang tinggal satu digit (9,2%).

“Publik perlu kritis terhadap hasil survei dari lembaga survei yang partisan. Lihat dulu track record lembaga survei tersebut. Sandingkan dengan hasil lembaga survei yang lain. Kalau hasil surveinya nyeleneh sendiri patut diduga lembaga survei tersebut sedang membangun framing politik,” kata Ace.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi prabowo subianto Pilpres 2019
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top