Warga AS Korban Tewas Serangan Teror Kenya adalah Penyintas Tragedi 9/11

Seorang warga Amerika Serikat yang selamat dari tragedi teror 11 September, Jason Spindler menjadi salah satu korban tewas dalam aksi serangan di kota Nairobi Kenya pada Selasa (15/1/2019).
Iim Fathimah Timorria | 17 Januari 2019 15:03 WIB
Jason Spindler adalah penyintas 9/11 yang menjadi korban serangan teror di Kenya - Facebook/Jason Spindler

Bisnis.com, JAKARTA — Seorang warga Amerika Serikat yang selamat dari tragedi teror 11 September, Jason Spindler menjadi salah satu korban tewas dalam aksi serangan di kota Nairobi Kenya pada Selasa (15/1/2019).

Spindler menjadi satu sipil yang dikonfirmasi tewas akibat serangan yang dilakukan oleh kelompok Al-Shabaab asal Somalia itu. Seorang warga negara asing lain asal Inggris juga dilaporkan menjadi korban.

Otoritas Kenya tidak secara gamblang menyebut identitas Spindler, namun perusahaan yang ia dirikan mengonfirmasi kematian Spindler pada Rabu (16/1/2019).

Sekelompok lelaki bersenjata api dan bahan peledak menyerbu kompleks DusitD2 Nairobi. Otoritas Kenya melaporkan setidaknya 21 orang tewas akibat aksi serangan yang berakhir pada Rabu (16/1/2019) pagi itu.

DusitD2 merupakan kompleks bisnis dan hotel papan atas yang berlokasi di ibu kota Kenya. Menukil pemberitaan CNN pada Kamis (17/1/2019), pihak keluarga mengatakan Spindler mendedikasikan hidupnya untuk membantu orang lain melalui pekerjaannya sebagai penasehat investasi. Hal itulah yang membawanya ke Nairobi.

Spindler adalah pendiri, CEO dan direktur pelaksana I-DEV International, sebuah perusahaan penasihat strategi dan investasi yang berupaya menumbuhkan bisnis di pasar negara berkembang.

Jauh sebelum ia memulai perusahaannya sendiri, Spindler bekerja di 7 World Trade Center di New York, kata ibunya Sarah Spindler.

Dia terlambat bekerja pagi hari pada 11 September 2001 ketika pesawat menabrak menara WTC, tutur sang ibu. Spindler baru saja keluar dari kereta bawah tanah ketika menara pertama runtuh.

Spindler kemudian bergabung dengan Korps Perdamaian di Peru utara. Di sana ia membantu petani mengembangkan koperasi yang memungkinkan mereka menjual produk ke pasar yang lebih besar.

Berdasarkan biografinya di situs resmi I-DEV, dia berhasil mendorong pertumbuhan agribisnis senilai US$7 juta selama masa kerjanya di Pasukan Perdamaian.

Dia juga sempat bekerja sebagai bankir investasi dengan Salomon Smith Barney/Citigroup, dan menasehati lebih dari 100 usaha kecil atau menengah di pasar negara berkembang.

"Kami semua sangat merindukannya. Dan sangat menyedihkan bahwa orang muda yang begitu cemerlang menjadi korban terorisme," kata Sarah Spindler kepada NBC News.

Sumber : CNN

Tag : amerika serikat, teroris, Features
Editor : Miftahul Ulum

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top