Su Tseng-chang Akan Jadi PM Taiwan Gantikan William Lai

Taiwan akan menunjuk mantan ketua partai pro-kemerdekaan yang berkuasa sebagai perdana menteri sehari setelah petahana William Lai menyatakan mengundurkan diri bersama seluruh anggota kabinet setelah kalah pada pemilu lokal.
John Andhi Oktaveri | 11 Januari 2019 10:04 WIB
Seorang militer memegang bendera nasional Taiwan saat menghadiri upacara pengibaran bendera di Chiang Kai-shek Memorial Hall, di Taipei, Taiwan, 16 Maret 2018. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Taiwan akan menunjuk mantan ketua partai pro-kemerdekaan yang berkuasa sebagai perdana menteri sehari setelah petahana William Lai menyatakan mengundurkan diri bersama seluruh anggota kabinet setelah kalah pada pemilu lokal.

Kekalahan dalam pemilu yang digelar pada November tahun lalu itu membuat Presiden Tsai Ing-wen menghadapi tantangan besar. Apalagi agenda reformasinya banyak disorot selain mendapat kecaman dari China yang menganggap wilayah itu merupakan bagian dari negaranya. 

Tsai akan menunjuk Su Tseng-chang, mantan ketua Partai Progresif Demokratik (DPP) untuk dua masa jabatan, menurut sejumlah pejabat yang tidak bersedia disebutkan namanya sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (11/1/2019). 

Penunjukan Su bisa dilakukan sehari setelah pengunduran diri Lai yang sudah diperkirakan sebelumnya. Dia merupakan perdana menteri kedua yang mundur sejak Tsai menjabat pada 2016.

Merupakan praktik standar di Taiwan bagi para pemimpin untuk mundur ketika partai mereka kalah dalam pemilu. Pengunduran diri Kabinet secara resmi akan dilakukan hari ini.

Dengan sisa waktu hanya sekitar satu tahun hingga pemilihan presiden berikutnya, analis mengatakan Tsai dan perdana menteri baru perlu mendapatkan dukungan publik untuk membuat kebijakan pemerintah tentang hubungan dengan Beijing.

Begitu juga dengan agenda perbaikan ekonomi yang bergantung pada ekspor wilayah pulau yang penuh tantangan di tengah memanasnya hubungan dagang China-AS. 

Su diangkat sebagai perdana menteri pada tahun 2006 oleh mantan presiden Chen Shui-bian, yang membuat marah Beijing dan menegangkan hubungan Taiwan dengan Amerika Serikat selama masa jabatannya dari 2000 hingga 2008.

Tsai mengatakan pemerintahannya akan akan berdiri teguh untuk mempertahankan demokrasi Taiwan dalam menghadapi ancaman baru China.

Presiden China Xi Jinping, yang telah meningkatkan tekanan terhadap Taiwan sejak Tsai menjadi presiden, mengancam awal bulan ini untuk menggunakan kekuatan militer untuk membawa pulau itu kembali di bawah pemerintahan Beijing dan mendesak reunifikasi.

 

Tag : china, taiwan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top