Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Angelina Jolie Buka Peluang Jadi Capres AS

Salah satu lawan politik Presiden Donald Trump nanti bisa jadi adalah aktris ternama Hollywood, Angelina Jolie.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 31 Desember 2018  |  08:05 WIB
Angelina Jolie Buka Peluang Jadi Capres AS
Angelina Jolie - News.com.au
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA – Rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk kembali maju mencalonkan diri sebagai presiden dalam pilpres AS 2020 sepertinya bakal terjal. Salah satu lawan politiknya nanti bisa jadi adalah aktris ternama Hollywood, Angelina Jolie.

Dalam suatu wawancara terkini dengan BBC, Jolie mengindikasikan kemungkinan baginya untuk terjun ke dalam politik AS di masa mendatang, termasuk kemungkinan mencalonkan diri sebagai Presiden AS.

Aktris peraih Oscar yang juga utusan khusus untuk Badan Pengungsi PBB ini blak-blakan memaparkan pandangan tentang masa depan politiknya, ketika membicarakan sejumlah isu yang menjadi perhatiannya seperti kekerasan seksual, media sosial, dan krisis pengungsi global.

Ia juga terdengar membuka potensi atas keterlibatannya dalam bidang politik dan baginya untuk mencalonkan diri sebagai kandidat presiden dalam kancah pilpres di masa depan.

“Jujur saya akan melakukan apa pun yang saya pikir benar-benar bisa membuat perubahan. Saya juga bisa bekerja sama dengan pemerintah dan dengan militer, jadi saya duduk di tempat yang sangat menarik untuk bisa menyelesaikan banyak hal,” jawab Jolie setelah dimintai tanggapan mengenai kemungkinan untuknya mencalonkan diri.

“Jika Anda menanyakan ini 20 tahun lalu, saya mungkin akan tertawa. Saya benar-benar tak tahu. [Namun] saya selalu katakan akan ke arah mana pun di mana saya dibutuhkan,” lanjut Jolie, seperti dilansir dari Telegraph.

Pada kesempatan yang sama, Jolie juga menjabarkan perbedaan antara patriotisme dan nasionalisme sempit terkait bangkitnya nasionalisme yang membuat Trump secara agresif mendorong kebijakan 'America First'.

“Saya seorang patriot tetapi saya juga seorang internasionalis. Saya mencintai dan menghargai orang-orang dan negara-negara lain,” jawab Jolie.

Menurutnya, meski seorang patriot memiliki kebanggaan yang sangat besar dan mendahului kepentingan negaranya, ia tidak berpikir bahwa negaranya lebih baik daripada negara-negara lain.

Pandangan ini kontras dengan nasionalisme sempit dimana individu didorong untuk percaya bahwa hanya masalah merekalah yang harus dikhawatirkan,  alih-alih masalah global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

angelina jolie
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top