Capital Flight Berkurang jika Universitas Asing Beroperasi di Indonesia

Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Patdono Suwignjo mengatakan nilai capital flight Indonesia akan berkurang apabila universitas luar negeri beroperasi di Indonesia.
Nur Faizah Al Bahriyatul Baqiroh | 05 Desember 2018 09:30 WIB
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Jenderal Kelembagaan Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Patdono Suwignjo mengatakan nilai capital flight Indonesia akan berkurang apabila universitas luar negeri beroperasi di Indonesia.

"Manfaat ekonomi begini, pada saat universitas asing yang bagus tidak beroperasi di Indonesia, maka mahasiswa Indonesia yang ingin kuliah di universitas-universitas yang bagus itu kan harus pergi misalkan ke Australia, Inggris, Amerika kan?," ujar Patdono saat dihubungi Bisnis, Rabu (5/12/2018).

Selain menjalankan pendidikannya, para mahasiswa itu juga harus mengeluarkan uang untuk trasnportasi dan kebutuhan pribadi mereka di negara asing tempat mereka menempuh pendidikan.

"Kalau perguruan tinggi asing beroperasi di Indonesia maka common practice yang sekarang ada itu tuition fee [SPPnya] akan lebih murah jika berkuliah di negara asalnya," kata Patdono.

"Sehingga bagi Indonesia, pertama bagi pemerintah [akan] mengurangi capital flight, kalau si mahasiswa kuliah di Jakarta kan biaya hidup tidak dibelanjakan di Australia [di luar negeri," lanjut Patdono.

Di samping manfaat ekonomi beroperasinya perguruan tinggi luar negeri di Indonesia adalah meningkatkan mutu pendidikan tinggi di Indonesia.

"Karena kita persyaratan perguruan tinggi negeri yang beroperasi di Indonesia notabene ranking dunianya harus bagus, dan jika beroperasi di Indonesia harus bekerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia, kalau dia bekerja sama dengan perguruan tinggi Indonesia maka perguruan tinggi Indonesia akan terimbas mutunya dengan perguruan tinggi luar negeri yang beroperasi di Indonesia," kata Patdono.

Dikatakan,  kerja sama antara perguruan tinggi luar negeri dan Indonesia bisa berbagi bentuk macamnya.

"Misalnya perguruan tinggi luar negeri di Indonesia menyewa gedung yang ada di kawasan ekonomi khusus perguruan tinggi," tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
universitas, perguruan tinggi

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top