Putin: Ukraina Rekayasa Konflik untuk Kepentingan Politik

Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Presiden Ukraina, Petro Poroshenko merekayasa konfrontasi di lepas laut Krimea antara Angkatan Laut Ukraina dan Angkatan Laut Rusia sebagai upaya mendongkrak kepopulerannya menjelang pemilihan Maret 2019.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 29 November 2018  |  11:36 WIB
Putin: Ukraina Rekayasa Konflik untuk Kepentingan Politik
Presiden Ukraina Petro Poroshenko - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin menuduh Presiden Ukraina Petro Poroshenko merekayasa konfrontasi di lepas laut Krimea antara Angkatan Laut Ukraina dan Angkatan Laut Rusia sebagai upaya mendongkrak kepopulerannya menjelang pemilihan Maret 2019.

"Dia harus melakukan sesuatu untuk membuat situasinya lebih tegang," kata Putin dalam acara forum investasi di Moskow sebagimana dikutip BBC.com, Kamis (29/11/2018).

Padahal, menurutnya, kejadian antara angkatan laut kedua negara merupakan insiden pelanggaran wilayah perbatasan sehingga para petugas perbatasan Rusia menyita kapal-kapal Ukraina.

"Mereka menunaikan tugas militer. Mereka menjalankan tugas-tugas mereka yang sah dalam mengamankan perbatasan Rusia," tambah Presiden Rusia.

Putin menyampaikan pernyataan itu di tengah ketegangan dengan Ukraina menyusul tembakan ketika tiga kapal Ukraina berada di lepas pantai Krimea, wilayah yang dianeksasi oleh Rusia pada 2014.

Dua puluh empat personel kapal Ukraina tersebut ditangkap oleh aparat Rusia dalam aksi yang oleh Kiev disebut sebagai "agresi" Rusia. Namun Rusia menegaskan bahwa kapal-kapal Angkatan Laut Ukraina telah "memasuki wilayah perairan Rusia".

Lewat video yang dikeluarkan oleh Badan Intelijen Rusia, beberapa awak Ukraina membuat pernyataan, termasuk pengakuan "perilaku provokatif" dari aksi tersebut.

Petro Poroshenko lantas memberlakukan keadaan perang di 10 daerah, sebagian berbatasan langsung dengan Rusia, selama 30 hari. Pemimpin Ukraina menegaskan bahwa negara itu terancam "perang penuh dengan Rusia".

Sebagai tanggapannya, Moskow menyatakan tengah mengerahkan sistem pertahanan rudal canggih ke Krimea. Sejumlah negara Barat menyatakan dukungan terhadap Ukraina dalam ketegangan terbaru dengan Rusia ini.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengindikasikan dia kemungkinan akan membatalkan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, pekan ini. Namun rencana pertemuan itu, kata penasihat urusan luar negeri Presiden Putin, Yuri Ushakov, sebaiknya tetap dilaksanakan.

"Pertemuan itu sama-sama diperlukan oleh kedua negara dan penting bagi situasi secara umum di dunia," ujar Ushakov.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
vladimir putin, ukraina

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup