Kelompok Separatis Pakistan Akui Bertanggung Jawab dalam Serangan Konsulat China

Tentara Pembebasan Balochistan (BLA), sebuah kelompok separatis di Pakistan mengaku bertanggung jawab dalam serangan terhadap Konsulat China di Karachi yang menewaskan empat orang pada Jumat (23/11/2018).
Iim Fathimah Timorria | 24 November 2018 06:47 WIB
Petugas forensik sedang memeriksa lokasi bekas ledakan bom bunuh diri di Lahore, Pakistan. - Reuters/Mohsin Raza

Kabar24.com, JAKARTA - Tentara Pembebasan Balochistan (BLA), sebuah kelompok separatis di Pakistan mengaku bertanggung jawab dalam serangan terhadap Konsulat China di Karachi yang menewaskan empat orang pada Jumat (23/11/2018).

Dilansir CNN, sebuah cuitan dengan foto tiga penyerang yang tewas serta pesan bertuliskan, "Karachi: Pejuang BLA menyerang kantor perwakilan China di Karachi," diunggah usai serangan.

Kelompok tersebut juga menyampaikan bahwa tujuan serangan mereka jelas, yaitu sebgaai penolakan atas segala bentuk ekspansi militer China di kawasan Balochistan.

Dalam sebuah pernyataan resmi, Perdana Menteri Pakistan Imran Khan mengutuk serangan ini dan memerintahkan penyelidikan penuh terhadap serangan tersebut.

Ia juga menyebut serangan ini adalah konspirasi untuk merusak kerja sama ekonomi strategis antara Pakistan dan China.

"Kejadian semacam itu tidak akan menggoyahkan hubungan Pakistan dan China yang lebih tinggi dari Pegunungan Himalaya dan lebih dalam dibanding Laut Arab," tegas Khan.

Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Geng Shuang mengonfirmasi bahwa seluruh staf di konsulat aman.

"China mengutuk segala serangan teror yang menargetkan diplomat dan kami menyampaikan duka cita kepada para petugas keamanan yang menjadi korban serangan," kata Shuang.

BLA kerap melakukan sejumlah aksi pemberontakan separatis minor kepada pemerintah pakitan selama kurang lebih dua dekade.

Organisasi tersebut berkembang karena penduduk setempat tidak terima dengan monopoli negara dalam eksploitasi sumber daya mineral di provinsi tersebut. Belakangan Balochistan menjadi pusat pelaksanaan kerja sama Pakistan dan China melalui kerangka China-Pakistan Economic Corridor (CPEC) senilai triliunan dolar Amerika.

Pemberontak BLA sebelumnya pernah menculik dan membunuh pekerja China yang melakukan operasi di Balochistan. Usai serangan terhadap pekerja China Agustus lalu, salah satu pemimpin BLA mengancam akan melancarkan lebih banyak serangan jika Beijing terus melanjutkan eksploitasi di Balochistan.

Tag : pakistan
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top